Pemkot PGA

Mengungkap Kisah Shafa dan Marwah: Sejarah dan Filosofi di Balik Ritual Sa’i

Mengungkap Kisah Shafa dan Marwah: Sejarah dan Filosofi di Balik Ritual Sa’i

Mengungkap Kisah Shafa dan Marwah: Sejarah dan Filosofi di Balik Ritual Sa’i-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM – Sa’i merupakan salah satu rukun utama dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang dilakukan setelah tawaf mengelilingi Ka’bah.

Ritual ini dijalankan dengan berjalan bolak-balik di antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.

Kedua bukit tersebut bukan sekadar lokasi ibadah, tetapi juga menyimpan kisah bersejarah yang sangat penting bagi umat Islam.

Peristiwa ini berkaitan dengan Nabi Ismail, ibunya Siti Hajar, serta munculnya air zamzam yang hingga kini menjadi sumber kehidupan di Tanah Suci.

BACA JUGA:7 Ide Kursi Santai Teras yang Estetik, Bikin Waktu Sore Makin Nyaman

Asal-Usul Shafa dan Marwah

Sejarah Shafa dan Marwah berawal dari kisah Nabi Ibrahim bersama Siti Hajar dan putranya, Ismail. Atas perintah Allah, Nabi Ibrahim meninggalkan mereka di sebuah lembah gersang di Makkah dengan persediaan yang sangat terbatas.

Saat kehabisan air, Siti Hajar berusaha keras mencari sumber kehidupan untuk anaknya. Ia berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Setelah perjuangan tersebut, Allah menurunkan mukjizat berupa mata air zamzam yang muncul di dekat kaki Nabi Ismail.

Dasar dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 158, disebutkan bahwa Shafa dan Marwah merupakan bagian dari syiar Allah. Ayat ini menegaskan bahwa sa’i adalah bagian dari ibadah yang sah dalam haji dan umrah.

BACA JUGA:Vespa Sprint S Intrepedo 2026 Resmi Hadir! Skuter Sporty 154 cc dengan Desain Berani dan Lampu Full LED!

Selain itu, ayat tersebut juga meluruskan anggapan pada masa sebelum Islam, di mana sebagian orang merasa ragu melakukan sa’i karena pernah dikaitkan dengan praktik jahiliyah. Dengan turunnya ayat ini, sa’i ditegaskan sebagai ibadah yang dianjurkan dan bernilai pahala.

Perkembangan dan Fasilitas

Seiring perkembangan zaman, area antara Shafa dan Marwah mengalami perubahan besar. Dahulu, lintasan sa’i berada di luar Masjidil Haram, namun kini telah menjadi bagian dari kompleks masjid setelah berbagai perluasan dilakukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait