Pemkot PGA

Kejar KLA Tingkat Madya, Komitmen Pemkot Nyata Lindungi Anak

Kejar KLA Tingkat Madya, Komitmen Pemkot Nyata Lindungi Anak

Foto : Arahan Walikota Pagar Alam kepada seluruh lurah di wilayah Kecamatan Pagar Alam Selatan.--ist

PAGARALAMPOS.COM – Dalam rangka mempersiapkan penilaian Kota Layak Anak (KLA) tahun 2026, Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, memberikan pembinaan dan pengarahan langsung kepada seluruh lurah di wilayah Kecamatan Pagar Alam Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Pagar Alam Selatan, Selasa (14/4) pagi, dan dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang juga menjabat sebagai Plt Kepala DPPKBPPPA, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, jajaran camat, serta para lurah se-Kecamatan Pagar Alam Selatan.

Dalam arahannya, Kak Ludi menegaskan bahwa lurah memiliki peran krusial sebagai ujung tombak pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program KLA tidak hanya bergantung administrasi, melainkan implementasi nyata di tingkat kelurahan.

“Penilaian KLA 2026 bukan hanya urusan administrasi. Keberhasilannya ditentukan oleh sejauh mana lingkungan di tingkat kelurahan mampu memberikan rasa aman, ruang bermain yang sehat, dan perlindungan bagi anak-anak kita,” ujar Kak Ludi.

BACA JUGA:Gelar Bimtek Penguatan Instrumen KLA, Sekdakot : Penuhi Hak Anak Sejak Lahir

BACA JUGA:Pemkot Psgar Alam Siapkan Evaluasi KLA 2026

Ia juga menekankan, status Kota Layak Anak bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak.

Lebih lanjut, Kak Ludi mengajak seluruh lurah untuk meningkatkan kekompakan dan sinergi guna mendorong peningkatan predikat KLA Kota Pagar Alam ke tingkat Madya.

“Dengan meningkatnya predikat menjadi Madya, maka terbuka peluang untuk mendapatkan bantuan dana fiskal nasional yang dapat dimanfaatkan di tengah efisiensi anggaran saat ini,” tegasnya.

Kak Ludi berharap melalui pembinaan ini, seluruh kelurahan memiliki pemahaman yang sama terhadap indikator penilaian KLA yang setiap tahunnya semakin ketat.

“Saya minta seluruh lurah tidak bekerja sendiri-sendiri. Jalin sinergi dengan tokoh masyarakat dan penggerak PKK. Kita ingin Pagar Alam bukan hanya layak anak secara teori, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak,” tambahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi teknis terkait pengisian instrumen evaluasi mandiri KLA, yang dipandu oleh tim ahli dari DPPKBPPPA Kota Pagar Alam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: