Pemkot PGA

Puskesmas Sandar Angin Jadi Pusat Edukasi, Gandeng IDI Peringati Hari TB Sedunia

Puskesmas Sandar Angin Jadi Pusat Edukasi, Gandeng IDI Peringati Hari TB Sedunia

Foto : Petugas kesehatan dan pegawai Puskesmas Sandar Angin, Pagar Alam.--ist

PAGARALAMPOS.COM - UPTD Puskesmas Sandar Angin menjadi pusat perhatian dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Fasilitas kesehatan ini dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan penyuluhan kesehatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Spesialis Anak Indonesia dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pekan Tuberkulosis Anak yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah. Meski peringatan Hari TB Sedunia jatuh setiap 24 Maret, rangkaian kegiatan edukasi terus digencarkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menekan penyebaran penyakit tuberkulosis (TB), khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak.

Kepala UPTD Puskesmas Sandar Angin, Yuni Fatmawati, SKM, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Para dokter spesialis anak memberikan penyuluhan langsung kepada tenaga medis di puskesmas, terutama mereka yang menangani pasien anak.

“Melalui kegiatan ini, tenaga kesehatan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait penanganan, pencegahan, hingga deteksi dini TB pada anak,” ungkapnya.

BACA JUGA:Rekam 723 Kasus DBD di Sumsel, Empat Pasien Dilaporkan Meninggal Hingga Maret 2026

BACA JUGA:Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Pemkot Pagar Alam, Kadiskominfo : Apalagi Iming - Imingi Proyek

Mengusung tema global “Yes! We Can End TB”, kegiatan ini menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memerangi tuberkulosis. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga wawasan praktis mengenai cara mengidentifikasi gejala TB sejak dini, langkah penanganan yang tepat, serta strategi edukasi kepada masyarakat.

Puskesmas Sandar Angin sendiri dipilih sebagai lokasi terpusat kegiatan di wilayah Pagar Alam bukan tanpa alasan. Keterbatasan jumlah dokter spesialis anak menjadi salah satu faktor utama, sehingga pelaksanaan kegiatan secara terpusat dinilai lebih efektif dan efisien.

“Dengan kondisi tenaga spesialis yang terbatas, kami memusatkan kegiatan di sini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas,” jelas Yuni.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, penyuluhan ini juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap upaya pencegahan TB pada anak. Yuni menegaskan bahwa semangat yang diusung dalam tema kegiatan harus benar-benar diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari.

“Ibaratnya, jangan ada lagi kasus TB, terutama pada anak-anak. Kita harus benar-benar menyetop dan mengakhiri penyebarannya,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tenaga medis diharapkan tidak hanya mampu menangani pasien dengan baik, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada orang tua dan keluarga mengenai bahaya TB serta langkah pencegahannya.

BACA JUGA:Sumsel Siaga Hadapi Karhutla Dampak El Nino, Guberrnur : Ancaman Lebih Besar dari Tahun Sebelumnya

BACA JUGA:Gelar BGP 2026, Kadispar Pagar Alam : Ajang Pemilihan Putra Putri Terbaik Sebagai Duta Wisata

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait