Pemkot PGA

Kuliner Ramadhan: Pedas dan Lezatnya Burbacek Khas Indramayu

Kuliner Ramadhan: Pedas dan Lezatnya Burbacek Khas Indramayu

Kuliner Ramadhan: Pedas dan Lezatnya Burbacek Khas Indramayu-pagaralampos-kolase

PAGARALAMPOS.COM - Pedas dan lezat adalah dua istilah yang tepat untuk menggambarkan Burbacek, salah satu hidangan khas dari Kabupaten Indramayu.

Burbacek adalah singkatan dari bubur, rumbah, dan cecek, karena makanan ini terdiri dari gabungan ketiga elemen tersebut.

Rumbah adalah makanan tradisional dari Indramayu yang terbuat dari kangkung dan tauge yang direbus lalu dicampur dengan sambal kacang yang memiliki rasa asin dan pedas.

Dari segi penampilan, rumbah terlihat mirip dengan lotek, tetapi cara penyajiannya sedikit berbeda, karena sayuran yang digunakan lebih sederhana dan sambal kacangnya dituangkan di atas sayuran, bukan diulek terlebih dahulu.

Sementara itu, cecek adalah olahan kikil sapi yang dicampur dengan parutan kelapa dan irisan cabai merah, sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih.

Oleh karena itu, burbacek terdiri dari bubur yang diberi tambahan rumbah dan cecek lalu disiram dengan sambal kacang.

Rasanya yang pedas dan gurih menjadikannya pilihan tepat bagi penggemar makanan pedas, bahkan Burbacek menjadi salah satu kuliner favorit bagi sebagian warga Indramayu saat berbuka puasa.

Salah satu tempat penjualan Burbacek yang digemari oleh penduduk setempat adalah Burbacek Makam 25 yang terletak di Jalan Dharma Ayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

BACA JUGA:Rekomendasi Wisata Kuliner Jogja: Enak, Murah, dan Penuh Cita Rasa Tradisional!

Tempatnya berada di jalan yang lebarnya cukup untuk dua mobil minibus, dan tepat di depan area pemakaman umum lokal yang dikenal dengan nama makam selawe.

Namun, Burbacek Makam 25 seringkali dipenuhi oleh ASN dan karyawan swasta saat jam makan siang pada hari biasa, dan dikenal sebagai pelopor kuliner khas dari Indramayu.

Puluhan porsi burbacek yang harganya Rp 10 ribu per porsi di kios sederhana milik Nani (64) itu habis dalam waktu singkat.

"Saya sudah berjualan burbacek selama bertahun-tahun, dan sejak dulu tempatnya di makam selawe, sehingga dinamakan Burbacek Makam 25," ungkap Nani, pemilik Burbacek 25, saat ditemui di kiosnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: