Kawah Putih: Keindahan Alam dan Cerita di Balik Letusan Gunung Patuha
Kawah Putih: Keindahan Alam dan Cerita di Balik Letusan Gunung Patuha-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Di daerah pegunungan selatan Bandung, tepatnya di Ciwidey, Jawa Barat, terdapat sebuah danau kawah yang memikat dengan keindahan dan nuansa mistisnya.
Tempat itu dikenal dengan nama Kawah Putih. Warna airnya yang unik, Putih kehijauan, berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk, menjadikan Kawah Putih tujuan favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kawah Putih sendiri merupakan kaldera dari Gunung Patuha, sebuah Gunung berapi aktif yang relatif tenang. Kawah ini terbentuk akibat letusan besar Gunung Patuha sekitar abad ke-10 atau ke-11 Masehi.
Setelah letusan, cekungan tersebut terisi oleh air hujan yang bercampur dengan belerang, sehingga menghasilkan warna air yang khas dan berubah-ubah tergantung kondisi cuaca dan kandungan sulfur di dalamnya.
Kadar belerang yang tinggi membuat air di kawah ini bersifat asam dan mengeluarkan aroma khas yang cukup kuat.
BACA JUGA:Sejarah Danau Ranau: Keindahan Alam dan Warisan Geologi di Perbatasan Sumatera Selatan dan Lampung
BACA JUGA:Rekomendasi Wisata Pekanbaru: Menjelajahi Pesona Alam, Budaya, dan Sejarah di Ibu Kota Riau!
Meskipun demikian, pemandangan Kawah Putih tetap terlihat eksotis, terutama saat kabut tipis menyelimuti danau dan pohon-pohon kering di sekelilingnya, menciptakan atmosfer dramatis dan magis.
Sebelum dikenal luas sebagai objek wisata, Kawah Putih sempat dianggap tempat angker oleh masyarakat sekitar.
Mereka meyakini ada kekuatan gaib yang menjaga tempat ini, bahkan ada cerita tentang burung yang terbang di atas kawah lalu jatuh mati.
Fenomena ini sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah karena gas belerang pekat yang keluar dari kawah bisa berbahaya bagi makhluk hidup.
Dalam budaya lokal Sunda, Gunung Patuha diyakini dihuni oleh roh leluhur atau sesepuh gaib, sehingga kawasan ini dulu jarang didatangi dan lebih sering digunakan untuk kegiatan spiritual dan meditasi oleh sebagian orang.
Kawasan ini mulai dikenal di kancah internasional ketika seorang ilmuwan asal Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, melakukan ekspedisi ke Gunung Patuha pada abad ke-19. Pada tahun 1837, Junghuhn menemukan danau kawah ini dan mengamati bahwa fenomena tersebut adalah akibat aktivitas vulkanik, bukan hal mistis seperti yang dipercayai masyarakat pada waktu itu.
BACA JUGA: Danau Satonda: Sejarah Alam dan Legenda Mistis Pulau Vulkanik yang Menawan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
