Memahami Sejarah Pura Uluwatu Bali: Warisan Suci di Atas Tebing!
Memahami Sejarah Pura Uluwatu Bali: Warisan Suci di Atas Tebing!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Bali bukan hanya terkenal karena pantainya yang menawan dan budayanya yang khas, tetapi juga karena situs-situs sakral yang memancarkan aura spiritual mendalam.
Salah satu pura yang mencuri perhatian dunia adalah Pura Luhur Uluwatu, sebuah tempat suci yang berdiri megah di atas tebing curam menghadap Samudra Hindia.
Keindahannya memang memikat, namun di balik panorama dramatis itu, tersimpan sejarah panjang dan nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat Bali.
Awal Berdirinya Pura Luhur Uluwatu
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Gede Pangrango: Jejak Alam dan Budaya di Tanah Sunda!
Pura Uluwatu diyakini telah berdiri sejak abad ke-11, didirikan oleh seorang pendeta suci bernama Mpu Kuturan. Ia adalah salah satu tokoh penting yang berperan besar dalam menyusun tata keagamaan dan sistem sosial di Bali.
Dalam usahanya memperkenalkan konsep Tri Murti dan menyatukan sekte-sekte keagamaan yang berbeda kala itu, Mpu Kuturan membangun berbagai pura, termasuk Uluwatu sebagai tempat pemujaan para dewa penjaga arah barat.
Ia dikenal luas sebagai tokoh yang menyebarkan ajaran Hindu Siwa-Buddha di Pulau Dewata.
Dalam pengembaraannya, Nirartha menetap sementara di Uluwatu dan merasakan kekuatan spiritual luar biasa di tempat tersebut.
BACA JUGA:Suku Mongondow: Melacak Akar Budaya Kuno dari Bolaang Mongondow
Makna Nama dan Lokasi yang Mistis
Nama “Uluwatu” berasal dari dua kata dalam bahasa Sanskerta: “ulu” yang berarti ujung atau puncak, dan “watu” yang berarti batu.
Lokasi ini tidak dipilih secara sembarangan. Dalam kepercayaan Hindu Bali, arah barat daya—tempat Pura Uluwatu berada—diyakini sebagai wilayah yang dijaga oleh Dewa Rudra, dewa pelindung yang memiliki energi kuat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
