Sejarah Gunung Tilu: Jejak Alam dan Warisan Budaya di Tanah Pasundan,
Sejarah Gunung Tilu: Jejak Alam dan Warisan Budaya di Tanah Pasundan,-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Gunung Tilu, sebuah nama yang mungkin belum sepopuler Gunung-Gunung besar di Jawa Barat seperti Tangkuban Parahu atau Papandayan.
Namun gunung ini menyimpan kisah yang tak kalah menarik. Terletak di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.
Gunung Tilu menjadi bagian dari lanskap pegunungan Priangan yang kaya akan sejarah geologis, cerita rakyat, hingga nilai-nilai spiritual masyarakat lokal.
Asal-usul Nama “Tilu”
BACA JUGA:Menelurusi Sejarah Gunung Cikuray: Jejak Alam dan Budaya di Tanah Priangan!
Nama “Tilu” dalam bahasa Sunda berarti “tiga”. Ada beberapa versi yang menjelaskan asal-usul penamaan Gunung Tilu.
Versi yang paling umum menyebutkan bahwa gunung ini memiliki tiga puncak yang membentang sejajar, sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai "Gunung Tilu" atau “gunung tiga”.
Ketiga puncak tersebut memberikan karakter unik, seolah menjadi simbol kekuatan dan keseimbangan alam.
Selain itu, ada pula kepercayaan masyarakat lokal bahwa nama “Tilu” berkaitan dengan konsep spiritual Sunda kuno yang menghormati tiga kekuatan alam: langit, bumi, dan air.
Dalam kepercayaan tradisional, tiga unsur ini menjadi dasar keharmonisan hidup manusia dengan alam.
Gunung dalam Catatan Sejarah Lokal
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Patuha: Antara Alam, Mitos, dan Jejak Vulkanik!
Meskipun tidak banyak disebut dalam literatur sejarah formal, Gunung Tilu diyakini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah pergerakan masyarakat Sunda pada masa lampau.
Dalam beberapa catatan lisan, daerah sekitar Gunung Tilu pernah menjadi tempat persembunyian para pejuang atau petapa yang mengasingkan diri dari keramaian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
