Menelusuri Sejarah Kawah Putih Ciwidey: Permata Mistis di Selatan Bandung!
Menelusuri Sejarah Kawah Putih Ciwidey: Permata Mistis di Selatan Bandung!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di balik udara sejuk pegunungan dan hijaunya hamparan kebun teh Ciwidey, terdapat sebuah destinasi yang seakan memanggil siapa pun yang berjiwa petualang—Kawah Putih Ciwidey.
Terletak di kaki Gunung Patuha, sekitar 50 km dari pusat kota Bandung, Kawah Putih bukan hanya sekadar danau vulkanik dengan panorama eksotis.
Tetapi juga menyimpan kisah sejarah dan mitos yang telah hidup selama berabad-abad.
Asal Usul Kawah Putih
BACA JUGA:Tugu Kujang: Jejak Sejarah, Simbol Budaya Sunda, dan Identitas Abadi Kota Bogor!
Kawah Putih terbentuk dari letusan Gunung Patuha, sebuah gunung berapi yang berada pada ketinggian sekitar 2.386 meter di atas permukaan laut.
Letusan besar diperkirakan terjadi pada abad ke-10 hingga ke-12, membentuk kaldera besar yang kemudian terisi air dan menciptakan danau berkadar belerang tinggi dengan warna putih kehijauan.
Warna air danau dapat berubah-ubah tergantung kondisi cuaca, suhu, dan kadar belerang.
Kadang terlihat biru pucat, kadang putih susu, dan di waktu tertentu menjadi hijau kebiruan fenomena ini menjadikan Kawah Putih sebagai lokasi yang sangat fotogenik dan sering dijadikan latar untuk fotografi.
BACA JUGA:Sejarah Gua Kontamale: Warisan Budaya dan Keajaiban Alam di Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi!
Namun jauh sebelum menjadi tempat wisata populer, kawasan ini dahulu dikenal sebagai tempat yang menyeramkan dan dijauhi oleh masyarakat sekitar.
Cerita Mistis di Balik Gunung Patuha
Pada masa lalu, masyarakat Sunda meyakini bahwa kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih adalah tempat yang angker.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
