Pemkot PGA

Menelusuri Sejarah Tugu Monjali: Monumen Perjuangan Rakyat Yogyakarta!

Menelusuri Sejarah Tugu Monjali: Monumen Perjuangan Rakyat Yogyakarta!

Menelusuri Sejarah Tugu Monjali: Monumen Perjuangan Rakyat Yogyakarta!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Di jantung wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berdiri sebuah monumen megah yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Monumen tersebut dikenal dengan nama Monjali, singkatan dari Monumen Jogja Kembali.

Bangunan berbentuk kerucut ini bukan sekadar objek wisata atau arsitektur menarik, melainkan juga simbol dari semangat juang dan pengorbanan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Latar Belakang Pembangunan

BACA JUGA:Menguak Fakta Kerta Gosa: Jejak Sejarah Peradilan dan Kearifan Lokal di Tanah Bali!

Pembangunan Monumen Jogja Kembali dilatarbelakangi oleh sebuah peristiwa penting dalam sejarah Republik Indonesia.

Yaitu kembalinya pemerintahan Indonesia ke Yogyakarta pada tanggal 6 Juli 1949 setelah sebelumnya dikuasai oleh Belanda.

Yogyakarta, yang pada masa itu menjadi ibu kota negara sementara, berhasil dipertahankan dalam aksi militer dan diplomasi yang gigih.

Salah satu momen penting dalam perjuangan ini adalah Serangan Umum 1 Maret 1949, yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama rakyat Yogyakarta.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Situs Rumah Adat Cikondang: Jejak Kearifan Lokal di Kaki Gunung Tilu!

Serangan ini menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih ada dan memiliki kekuatan. Keberhasilan ini memperkuat posisi Indonesia dalam meja perundingan dengan Belanda.

Untuk mengenang perjuangan heroik itu, pemerintah bersama masyarakat Yogyakarta kemudian menggagas pendirian sebuah monumen sebagai penghormatan bagi para pejuang yang gugur dan sebagai pengingat atas kembalinya kedaulatan di tangan rakyat.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tanggal 29 Juni 1985, dan monumen ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 6 Juli 1989.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait