Revolusi Amerika Perlawanan Kecil yang Menumbangkan Kekaisaran Inggris
--
PAGARALAMPOS-Di penghujung abad ke-18, sebuah pergolakan besar meletus di benua Amerika Utara.
Tiga belas koloni Inggris yang terbentang dari New Hampshire hingga Georgia mulai menentang kekuasaan absolut dari London.
Ketegangan bermula dari kebijakan pajak yang diberlakukan tanpa adanya perwakilan dari koloni dalam parlemen Inggris.
Slogan "no taxation without representation" menggema di setiap jalan dan pelabuhan, membakar semangat untuk melepaskan diri dari belenggu kekaisaran.
BACA JUGA:Gereja Terkoyak Reformasi Luther dan Perpecahan Terbesar dalam Sejarah Kristen
Boston menjadi titik api dari ketidakpuasan yang telah lama membara.
Insiden Boston Tea Party pada tahun 1773 menandai momen penting ketika rakyat dengan berani membuang muatan teh ke laut sebagai bentuk perlawanan terhadap monopoli dan pungutan pajak.
Inggris menanggapi dengan serangkaian tindakan represif yang justru menyatukan koloni-koloni dalam solidaritas.
Sebuah kongres kontinental dibentuk sebagai wujud kesatuan dalam menghadapi kekuatan besar dari seberang lautan.
BACA JUGA:Renaissance Lonceng Kebangkitan Eropa yang Mengubah Sejarah Dunia
Tekad untuk merdeka perlahan menjadi cita-cita bersama.
Perang akhirnya meletus pada tahun 1775 dengan bentrokan bersenjata pertama di Lexington dan Concord.
Para pejuang kemerdekaan, meski tidak memiliki perlengkapan modern atau tentara profesional, memiliki semangat juang yang tak tertandingi.
Di bawah kepemimpinan strategis George Washington, mereka melawan tentara kerajaan yang lebih unggul dalam jumlah dan pengalaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
