Pemkot PGA

Menelusuri Sejarah Benteng Pandjoenan: Pilar Sejarah Perjuangan di Cianjur!

Menelusuri Sejarah Benteng Pandjoenan: Pilar Sejarah Perjuangan di Cianjur!

Menelusuri Sejarah Benteng Pandjoenan: Pilar Sejarah Perjuangan di Cianjur!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Benteng Pandjoenan adalah salah satu saksi bisu sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yang terletak di Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Benteng ini merupakan peninggalan penting dari masa penjajahan Belanda, yang kini menjadi destinasi wisata bersejarah sekaligus simbol ketahanan rakyat Indonesia dalam menghadapi kolonialisme.

Seiring dengan berjalannya waktu, benteng ini tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga sebuah pelajaran tentang keteguhan dan semangat juang.

Awal Mula Berdirinya Benteng Pandjoenan

BACA JUGA:Memahami Sejarah Watu: Jejak Batu dalam Lintasan Budaya dan Mitos Nusantara!

Benteng Pandjoenan didirikan oleh pihak Belanda pada abad ke-19, tepatnya pada tahun 1830-an, sebagai bagian dari strategi militer mereka untuk mengendalikan wilayah pedalaman dan memantau pergerakan rakyat Indonesia.

Saat itu, Belanda tengah memperkuat dominasi mereka di Jawa Barat, yang terkenal dengan potensi sumber daya alam yang melimpah.

Pembangunan Benteng Pandjoenan bukan hanya bertujuan untuk pertahanan militer, tetapi juga untuk mengawasi gerakan perlawanan rakyat yang mulai semakin gencar.

Sebagai bagian dari kebijakan tanam paksa (cultuurstelsel) yang diterapkan oleh pemerintah kolonial, Belanda merasa perlu memiliki benteng-benteng yang kuat untuk menjaga kestabilan kolonialisme di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Tugu Sukarno di Palangka Raya: Jejak Visi Besar Sang Proklamator!

Desain dan Fungsi Benteng

Benteng Pandjoenan memiliki struktur yang cukup kokoh dengan dinding batu yang tebal dan bentuk yang menghadap ke arah strategis.

Benteng ini dibangun dengan desain yang mengutamakan fungsinya sebagai tempat perlindungan serta pos pengawasan.

Dinding benteng dipenuhi dengan lubang-lubang kecil yang memungkinkan tentara Belanda untuk mengawasi dan menembak siapa saja yang dianggap mencurigakan, sekaligus melindungi mereka dari serangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait