Pemkot PGA

Mereka Tak Terima Indonesia Merdeka Agresi Belanda Nyaris Gagalkan KMB

Mereka Tak Terima Indonesia Merdeka Agresi Belanda Nyaris Gagalkan KMB

--

PAGARALAMPOS.COM - Sejarah memang tidak pernah benar-benar selesai ditulis

Apalagi sejarah perjuangan bangsa ini merebut kemerdekaan

Di balik proklamasi 17 Agustus 1945 yang gagah itu, tersimpan serangkaian peristiwa yang getir, penuh darah, dan ironi. 

Salah satunya adalah babak panjang agresi militer Belanda yang mereka sebut dengan istilah manis politionele acties Seolah hanya sebuah operasi polisi biasa Padahal itulah perang, dalam arti yang sebenar-benarnya.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Arca Gupolo: Jejak Budaya dan Kepercayaan Masa Lalu!

Mari kita mulai dari Operatie Product. Itu nama Belanda untuk Agresi Militer I. 

Diluncurkan pada 21 Juli 1947, operasi ini bukanlah sembarang serangan

Ini adalah upaya terorganisir untuk merobek kedaulatan Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan. 

Tujuannya? Menguasai daerah-daerah kaya sumber daya seperti Sumatera Timur dan Jawa Barat Belanda paham betul Indonesia bukan sekadar jajahan, tapi ladang emas yang sempat hilang dari genggaman.

BACA JUGA:Menggali Sejarah Candi Sojiwan: Warisan Budaya dari Abad Ke-9!

Apa yang terjadi kemudian adalah kisah klasik tentang penjajahan gaya baru. 

Mereka menggunakan dalih bahwa Republik tidak mampu menjaga ketertiban. Padahal, semua tahu, yang tidak bisa menerima kemerdekaan itu justru mereka. 

Amerika dan negara-negara lain sempat terkejut dengan langkah Belanda. 

Tekanan internasional pun datang bertubi-tubi Dewan Keamanan PBB akhirnya turun tangan Maka lahirlah perjanjian Renville tahun 1948, yang ironisnya justru semakin mengecilkan wilayah kekuasaan Republik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait