Pemkot PGA

Jembatan Siti Nurbaya, Menguak Romantisme Sejarah di Jantung Kota Padang

Jembatan Siti Nurbaya, Menguak Romantisme Sejarah di Jantung Kota Padang

Jembatan Siti Nurbaya, Menguak Romantisme Sejarah di Jantung Kota Padang-Kolase by Pagaralampos.com-Pagaralam.pos

PAGARALAMPOS.COM - Jembatan Siti Nurbaya adalah lebih dari sekadar struktur penghubung dua wilayah vital di Kota Padang, Sumatera Barat.

Ia telah menjelma menjadi ikon penuh makna, menyatukan elemen sejarah, budaya, dan kisah cinta legendaris yang tak lekang oleh waktu.

Terbentang anggun di atas aliran Sungai Batang Arau, jembatan ini menjadi saksi perjalanan panjang masyarakat Minangkabau dan kini menjadi salah satu magnet utama dalam geliat pariwisata kota.

Nama jembatan ini terinspirasi dari karakter utama dalam novel legendaris Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai, yang ditulis oleh sastrawan asal Minangkabau, Marah Rusli.

BACA JUGA:Terungkap! Begini Detik-Detik Mencekam Tsunami Aceh 2004 yang Tak Terlupakan

BACA JUGA:Mengapa Perang Aceh Menjadi Simbol Perlawanan Rakyat Indonesia? Simak Faktanya Dibawah Ini

Cerita tragis cinta antara Siti Nurbaya dan Samsul Bahri telah mengukir tempat tersendiri dalam sejarah sastra Indonesia. Kisah ini kemudian diabadikan dalam bentuk nyata melalui jembatan yang kini menjadi salah satu ikon utama Kota Padang.

Pemberian nama tersebut bukan tanpa pertimbangan. Diyakini oleh banyak orang, Gunung Padang yang tersambung langsung dengan jembatan ini merupakan tempat peristirahatan terakhir tokoh fiksi Siti Nurbaya, sebagaimana dikisahkan dalam novel klasik.

Keyakinan ini memberi nuansa emosional dan kesan mistis yang semakin memperkaya pengalaman para pengunjung.

Dibangun dan diresmikan pada tahun 2002, jembatan ini menjadi langkah nyata pemerintah setempat dalam memperkuat aksesibilitas kota sekaligus membangkitkan kembali nilai-nilai historis dan budaya yang tertanam di kawasan ini.

BACA JUGA:Sejarah yang Terlupakan, Perang Banten dan Kejatuhan Kedaulatan Nusantara

BACA JUGA:Sejarah Mengenal Makam Bundo Kanduang: Jejak Perempuan Agung dalam Adat Minangkabau!

Dengan panjang mencapai 156 meter, jembatan ini tak hanya menjadi sarana transportasi,

tetapi juga ruang publik terbuka yang menawarkan panorama memukau: dari pelabuhan tua, aliran sungai yang tenang, hingga lanskap kota yang memancarkan pesona saat matahari terbenam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait