Mengapa Perang Aceh Menjadi Simbol Perlawanan Rakyat Indonesia? Simak Faktanya Dibawah Ini
Mengapa Perang Aceh Menjadi Simbol Perlawanan Rakyat Indonesia? Simak Faktanya Dibawah Ini-Kolase by Pagaralampos.com-Pagaralam.pos
PAGARALAMPOS.COM - Perang Aceh, yang sering disebut sebagai konflik panjang antara Aceh dan Belanda,
menjadi salah satu babak paling berdarah dan penuh pengorbanan dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme.
Dimulai pada tahun 1873 dan berlangsung hingga awal abad ke-20,
konflik ini tidak sekadar melibatkan pertempuran militer antara Kesultanan Aceh dan Belanda, tetapi juga menjadi simbol keteguhan hati dan semangat masyarakat Aceh dalam membela tanah air mereka.
BACA JUGA:Sejarah yang Terlupakan, Perang Banten dan Kejatuhan Kedaulatan Nusantara
Terletak di ujung barat Pulau Sumatra, wilayah Aceh menempati lokasi yang sangat penting secara geografis dan dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Letaknya yang dekat dengan Selat Malaka, jalur pelayaran utama dunia, menjadikannya wilayah yang sangat penting bagi perdagangan internasional, serta menjadi sasaran perebutan berbagai kekuatan global.
Kesultanan Aceh telah lama dikenal sebagai kekuatan besar dengan pengaruh regional yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sejak masa lalu, Aceh telah menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara, termasuk Turki Utsmani, kerajaan-kerajaan di Timur Tengah, dan negara-negara Eropa. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh yang dimiliki Aceh dalam dunia internasional.
BACA JUGA:Sejarah Mengenal Makam Bundo Kanduang: Jejak Perempuan Agung dalam Adat Minangkabau!
Sebaliknya, Belanda yang sedang berusaha memperluas dominasi kolonialnya di Indonesia, menilai Aceh sebagai ancaman terhadap ambisi mereka untuk menguasai seluruh Nusantara.
Keinginan Belanda untuk menguasai Aceh semakin kuat karena potensi ekonomi yang dimiliki wilayah ini dan lokasi strategisnya di jalur perdagangan internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
