Tarif Impor Dagang Tinggi: Inilah Alasan Dibalik Kebijakan Perang Dagang Trump!
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump-net-
PAGARALAMPOS.COM - Hari ini, tarif impor yang tinggi yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap puluhan negara mulai diberlakukan. Kebijakan ini memicu berbagai reaksi dari negara-negara yang terkena dampak.
Menurut laporan dari CNN International pada Rabu (9/4/2025), langkah ini diambil sebagai upaya untuk memulihkan sektor industri di AS. Tercatat, China menjadi negara yang dikenakan tarif tertinggi oleh Trump, yaitu sebesar 104%, setelah Beijing mengenakan tarif balasan sebesar 34%.
BACA JUGA:Daya Tawar Indonesia di Tengah Kebijakan Tarif Dagang Trump: Langkah Strategis yang Perlu Ditempuh!
Tarif yang diterapkan bervariasi, mulai dari 11% hingga 50%. Uni Eropa dikenakan tarif resiprokal sebesar 20%, diikuti oleh China sebesar 34%, Jepang 24%, Vietnam 46%, dan Korea Selatan 25%. Kebijakan baru ini diimplementasikan hanya beberapa hari setelah Trump memberlakukan tarif universal sebesar 10% pada seluruh impor, kecuali dari Meksiko dan Kanada.
Dalam pengumuman mengenai tarif ini, Trump menegaskan bahwa AS merasa dicurangi selama lebih dari lima dekade.
"Negara kita dan para pembayar pajak telah ditipu selama lebih dari 50 tahun. Namun, hal itu tidak akan terjadi lagi," ujarnya.
BACA JUGA:WOW! Elon Musk dan Bos TikTok di Pelantikan Trump 2025! Apa Maksudnya?
Beberapa jam menjelang penerapan tarif, Trump kembali mengulangi pernyataannya. Dia menegaskan bahwa negara-negara lain, terutama China, telah membuat AS berada dalam posisi sulit.
"Negara-negara lain, terutama China, telah membuat kita mati," kataya menyesali situasi tersebut.
BACA JUGA:Siapa Saja yang Hadir di Pelantikan Donald Trump? Berikut Daftarnya!
Dengan kebijakan tarif ini, Trump dapat meningkatkan ketegangan dalam perang dagang global. China, yang telah bersiap untuk meningkatkan balasannya terhadap AS, berkomitmen untuk berjuang hingga akhir dalam konflik dagang ini, seperti yang dinyatakan oleh Kementerian Perdagangan China.
BACA JUGA:Pemilu Amerika Serikat: Israel Dukung Trump, atau Harris
BACA JUGA:Donald Trump: Kandidat Presiden AS Pertama yang Terbuka Mendukung Kripto dalam Kampanye
BACA JUGA:Bitcoin Berpotensi Melonjak ke US$150.000 Jika Trump Menang, Ini Kata Ahli
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
