Pemkot PGA

Sejarah Situ Bagendit: Kisah Misteri Legenda di Balik Danau, dan Memiliki Pemandangan Alam Memesona!

Sejarah Situ Bagendit: Kisah Misteri Legenda di Balik Danau, dan Memiliki Pemandangan Alam Memesona!

Sejarah Situ Bagendit: Kisah Misteri Legenda di Balik Danau, dan Memiliki Pemandangan Alam Memesona!-foto: net-

PAGARALAMPOS.COM - Situ Bagendit adalah salah satu primadona wisata yang berlokasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. daerah wisata ini berupa danau yang terbentuk secara alami dengan total luas 124 hektare.

Pada tahun 2022, revitalisasi kawasan wisata yang dilakukan sang pemda Garut telah terselesaikan. paras Situ Bagendit berubah menjadi lebih memesona.

Awalnya terlihat mirip wisata zaman dulu yang tidak terawat, sekarang ini mirip ‘disulap’ sebagai kekinian menggunakan tambahan beberapa spot yang menarik serta pencahayaan lebih baik.

Namun, di balik ‘wajah barunya’, ada sebuah legenda turun temurun yg diceritakan di masyarakat Garut terkait tempat ini. Legenda yg konon dianggap melatarbelakangi hadirnya Danau Bagendit.

BACA JUGA:Sejarah Desa Adat Gumantar: Kondisi Masyarakat dan Tradisi, Desa ini Memiliki Latar Belakang Islam!

Legenda di kembali Situ Bagendit

Legenda yg menjadi latar belakang danau ini selalu menarik buat diketahui serta bagi rakyat Garut kerap menceritakannya secara turun temurun.

Dikutip berasal website resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, kisah ini berawal dari sosok wanita bernama Nyi Endit atau Nyai Bagendit yang hidupnya bergelimang harta.

Kendati kaya raya, sayangnya Nyai Bagendit tidak disukai oleh warga setempat. karena, beliau terkenal pelit dan  tidak peduli menggunakan syarat warga  sekitar tempat tinggalnya.

BACA JUGA:Sejarah Desa Adat Ratenggaro: Memiliki Rumah Adat yang Ikonik, dan Sejarah Perang Suku Hingga Kuda Sandalwoo!

Bahkan Nyai Bagendit kerap meminjamkan uang di masyarakat yang kesusahan, akan tetapi meminta pengembalian dengan bunga yang mencekik. perilaku buruknya semakin parah.

Nyai tidak segan menggelar pesta meriah pada ketika rakyat desa sedang kesulitan kuliner sebab paceklik panen.

Karena kesombongan Nyai Bagendit, alam semesta pun menghukumnya. hukuman ini bermula saat terdapat orang tua yang meminta belas kasihan, sayangnya oleh Nyai Bagendit justru berlaku kasar.

Orang tua itu diusir saat Nyai Bagendit tengah asyik menghitung harta emas serta kekayaan lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait