Bukit Karmel: Jejak Para Nabi di Tanah Perjanjian
Bukit Karmel: Jejak Para Nabi di Tanah Perjanjian-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Di sepanjang pantai utara Israel dekat Haifa, berdiri Bukit Karmel—tempat yang sarat makna spiritual dan warisan sejarah dari masa kuno.
Dikenal karena pemandangannya yang subur dan hijau, bukit ini memiliki lokasi strategis serta makna religius penting bagi tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam.
Nama dan Letak Geografis
Disebut “Karmel”, nama ini merujuk pada kondisi tanah yang subur, kontras dengan daerah sekelilingnya yang gersang.
Memanjang sekitar 39 kilometer dari barat daya ke timur laut dan menjulang hingga 546 meter di atas permukaan laut, kawasan ini sudah dihuni sejak zaman Paleolitikum, terbukti dari penemuan situs-situs pemukiman purba.
BACA JUGA:Makna dan Sejarah Rumah Baileo sebagai Pusat Tradisi dan Identitas Maluku
BACA JUGA: Danau Satonda: Sejarah Alam dan Legenda Mistis Pulau Vulkanik yang Menawan
Jejak Nabi Elia
Dalam kitab 1 Raja‑raja pasal 18, Bukit Karmel menjadi saksi perjuangan nabi Elia melawan nabi‑nabi Baal.
Ketika pengorbanan Elia disusul keajaiban api turun dari langit—meski panggilan para nabi Baal tidak digubris—momen tersebut mempertegas kekuasaan ilahi dan menjadikan tempat ini sakral bagi umat Yahudi dan Kristen.
Lahirnya Ordo Karmelit
Pada abad ke‑12, sekelompok peziarah dan pertapa Kristen mendirikan komunitas kehidupan rohani di kawasan ini.
Namun, saat wilayah ini jatuh ke tangan Muslim pada masa Perang Salib, para biarawan terpencar ke Eropa dengan membawa semangat kontemplatif Karmel.
Tradisi ini kemudian lestari dalam Ordo Karmelit, yang menekankan doa dan pelayanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
