Pemkot PGA

Tugotil: Masyarakat Adat Penjaga Hutan Halmahera di Maluku

Tugotil: Masyarakat Adat Penjaga Hutan Halmahera di Maluku

Tugotil: Masyarakat Adat Penjaga Hutan Halmahera di Maluku-Foto: Net-

PAGARALAMPOS.COM - Pernahkah Anda membayangkan sebuah kelompok masyarakat yang hidup tanpa listrik, jalan aspal, bahkan sinyal ponsel? Bukan karena mereka tidak mampu, melainkan memang memilih gaya hidup seperti itu.

Suku Togutil adalah komunitas adat yang tinggal di tengah hutan Halmahera, Maluku Utara. Mereka dikenal sebagai “Orang Rimba” karena pola hidup mereka yang berpindah-pindah dan tidak menetap di satu tempat.

Mereka tidak memiliki rumah permanen, tidak menggunakan teknologi modern seperti gadget, dan jauh dari hiruk-pikuk dunia digital.

Namun, kedekatan mereka dengan alam sangat kuat, sesuatu yang mungkin mulai terlupakan di zaman sekarang.

Hidup Bersama Alam

Bagi Suku Togutil, tinggal di hutan bukan sekadar soal lokasi, tapi cara hidup yang sejalan dengan alam sekitar.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Bajo: Pengembara Laut dari Masa ke Masa!

BACA JUGA:Sejarah Bukit Karst: Jejak Geologi Purba, Warisan Alam, dan Budaya yang Terancam!

Mereka bertahan dengan berburu rusa, babi hutan, dan burung menggunakan alat tradisional seperti tombak dan panah. Selain itu, mereka mengumpulkan tumbuhan liar, mengolah umbi, serta menangkap ikan di sungai sebagai sumber makanan utama.

Semua dilakukan tanpa listrik, kompor gas, atau layanan antar makanan. Alam adalah pasar sekaligus rumah mereka.

Selama hutan tetap lestari, kebutuhan hidup mereka terpenuhi dengan sederhana.

Bahasa dan Kepercayaan yang Tetap Hidup

Suku Togutil berbicara dengan bahasa yang termasuk rumpun Tobelo, yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi tanpa pernah ditulis.

Melalui cara ini, mereka melestarikan budaya dan cerita leluhur tanpa alat tulis atau teknologi digital.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait