Pemkot PGA

Gunung Geureudong: Saksi Bisu Sejarah Alam, Mitos, dan Tradisi Masyarakat Aceh

Gunung Geureudong: Saksi Bisu Sejarah Alam, Mitos, dan Tradisi Masyarakat Aceh

Gunung Geureudong: Saksi Bisu Sejarah Alam, Mitos, dan Tradisi Masyarakat Aceh-Foto: Net-

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Geureudong mungkin belum seterkenal Gunung-Gunung lain di Indonesia, namun di balik namanya tersembunyi kekayaan alam dan budaya yang luar biasa.

Terletak di antara Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara, gunung ini merupakan bagian dari jajaran Bukit Barisan yang membentang megah di Pulau Sumatra.

Keberadaan Geureudong bukan sekadar penting secara geografis, tetapi juga sarat makna historis dan spiritual bagi masyarakat sekitar.

Aktivitas Vulkanik dan Lanskap Subur

Dengan ketinggian sekitar 2.885 meter di atas permukaan laut, Gunung Geureudong tergolong sebagai gunung berapi aktif meskipun dengan aktivitas yang rendah.

Di lerengnya, terdapat kawah-kawah kecil dan mata air panas yang menjadi bukti nyata aktivitas vulkanik masa lalu.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Bajo: Pengembara Laut dari Masa ke Masa!

BACA JUGA:Sejarah Bukit Karst: Jejak Geologi Purba, Warisan Alam, dan Budaya yang Terancam!

Tanah di sekitarnya yang subur dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam, terutama untuk tanaman kopi yang menjadi andalan Bener Meriah.

Pemandangan alamnya yang indah juga menjadi magnet bagi para pecinta alam dan pendaki.

Tapak Sejarah Perjuangan

Geureudong tak hanya dikenal karena pesona alamnya, tetapi juga menyimpan jejak penting dalam sejarah perlawanan rakyat Aceh terhadap kolonial Belanda.

Konon, wilayah gunung ini pernah dijadikan markas gerilya para pejuang Aceh karena medannya yang tersembunyi dan sulit diakses.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa para tokoh perlawanan memanfaatkan hutan dan gua alami sebagai tempat perlindungan serta strategi serangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait