Menelusuri Sejarah Legenda Gunung Batok: Jejak Mitos di Tanah Tengger!
Menelusuri Sejarah Legenda Gunung Batok: Jejak Mitos di Tanah Tengger!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Gunung Batok, yang berdiri megah di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, mungkin tidak setinggi tetangganya, Gunung Bromo.
Namun, gunung ini menyimpan kisah legendaris yang melekat kuat dalam budaya masyarakat Tengger.
Dengan bentuknya yang menyerupai batok kelapa raksasa, Gunung Batok tidak hanya memikat mata para wisatawan, tetapi juga menyimpan cerita turun-temurun yang sarat nilai sejarah dan spiritualitas.
Letak dan Karakteristik
BACA JUGA:Sejarah Gunung Karangetang: Letusan, Kehidupan Masyarakat, dan Warisan Alam dari Pulau Siau!
Gunung Batok berada di ketinggian sekitar 2.470 meter di atas permukaan laut. Gunung ini tergolong tidak aktif, berbeda dengan Gunung Bromo yang masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya.
Dari kejauhan, bentuk Gunung Batok terlihat seperti setengah bola yang menjulang dengan sisi-sisi berundak seperti tempurung kelapa—itulah asal mula penamaannya.
Gunung ini dikelilingi oleh hamparan lautan pasir dan kawasan pegunungan lainnya, menjadikannya bagian integral dari lanskap dramatis yang sangat khas dan memesona di kawasan Tengger.
Namun di balik kemegahannya, terdapat legenda yang begitu hidup di tengah masyarakat setempat.
BACA JUGA:Sejarah Candi Ijo: Warisan Megah Peradaban Hindu di Puncak Perbukitan Prambanan!
Asal-Usul Legenda Gunung Batok
Legenda Gunung Batok berkaitan erat dengan kisah cinta yang dramatis antara Roro Anteng dan Joko Seger—dua tokoh utama dalam legenda asal-usul Suku Tengger.
Dikisahkan, setelah keduanya menikah, mereka hidup di kawasan Tengger dan menjadi leluhur masyarakat setempat.
Namun, kebahagiaan mereka dirundung duka karena tak kunjung dikaruniai anak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
