Pemkot PGA

Terlalu Sering Keramas? Ini Risiko Tersembunyi untuk Rambut dan Kulit Kepala!

Terlalu Sering Keramas? Ini Risiko Tersembunyi untuk Rambut dan Kulit Kepala!

Terlalu Sering Keramas? Ini Risiko Tersembunyi untuk Rambut dan Kulit Kepala!-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Mencuci rambut dengan sampo umumnya dilakukan untuk membersihkan kulit kepala dan helaian rambut dari debu, minyak, serta kotoran yang menempel.

Beberapa jenis sampo bahkan dirancang khusus dengan kandungan aktif untuk mengatasi ketombe atau infeksi jamur.

Banyak orang memilih keramas setiap hari agar rambut terasa segar, bersih, dan harum. Namun, kebiasaan ini belum tentu cocok untuk semua orang. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan seberapa sering sebaiknya Anda mencuci rambut.

Apa Saja yang Menentukan Frekuensi Keramas?

Tingkat Produksi Minyak Alami (Sebum)

Minyak alami di kulit kepala berperan penting dalam menjaga kelembapan rambut. Namun, produksi minyak ini bisa berlebihan pada usia remaja dan dewasa muda (sekitar usia 20–30 tahun), terutama karena pengaruh hormon, faktor genetik, jenis kelamin, serta kondisi lingkungan.

BACA JUGA:Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan Tubuh: Obat Alami Serbaguna dari Alam Nusantara!

BACA JUGA:Teh Oolong dan 8 Khasiat Hebatnya untuk Kesehatan Tubuh Anda

Kulit kepala yang terlalu berminyak membuat rambut terlihat lepek dan terasa lengket, sehingga membutuhkan frekuensi keramas yang lebih sering.

Jenis Rambut

Rambut lurus cenderung lebih cepat berminyak karena distribusi sebum lebih merata dari akar hingga ujung rambut.

Oleh karena itu, orang dengan rambut lurus mungkin perlu mencuci rambut lebih sering. Sebaliknya, rambut ikal atau keriting biasanya lebih kering dan rapuh, sehingga tidak disarankan terlalu sering dikeramas karena dapat memperparah kekeringan.

Tingkat Aktivitas dan Keringat

Jika Anda aktif berolahraga, sering berada di luar ruangan, atau mudah berkeringat, rambut akan lebih cepat kotor dan bau.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: