Pemkot PGA

Sejarah Danua Rayo: Jejak Peradaban Kuno di Tepian Sungai Batanghari, Jambi!

Sejarah Danua Rayo: Jejak Peradaban Kuno di Tepian Sungai Batanghari, Jambi!

Sejarah Danua Rayo: Jejak Peradaban Kuno di Tepian Sungai Batanghari, Jambi!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM -  Di balik lebatnya hutan dan aliran sungai yang membelah Provinsi Jambi, terdapat sebuah situs arkeologi yang menyimpan banyak rahasia masa lalu, yaitu Danua Rayo.

Terletak di Kabupaten Batanghari, tepatnya di kawasan Kecamatan Muara Tembesi, Danua Rayo menyimpan peninggalan sejarah yang menandakan keberadaan peradaban kuno di wilayah Sumatra bagian tengah.

Situs ini dianggap sebagai bagian dari jejak awal Kerajaan Melayu dan memiliki nilai penting dalam memahami sejarah budaya di Nusantara.

Asal-usul Nama dan Lokasi Strategis

Nama Danua Rayo berasal dari dua kata dalam bahasa Melayu Jambi, yaitu danua yang berarti "negeri" atau "wilayah", dan rayo yang berarti "besar".

Secara harfiah, Danua Rayo dapat dimaknai sebagai "negeri besar". Julukan ini bukan tanpa alasan, mengingat situs ini dipercaya pernah menjadi pusat kekuasaan dan kegiatan masyarakat yang cukup besar pada masanya.

Secara geografis, lokasi Danua Rayo sangat strategis karena berada di aliran Sungai Batanghari, jalur sungai terpanjang di Sumatra yang sejak dulu menjadi nadi perdagangan dan transportasi.

Sungai ini menghubungkan pedalaman Jambi hingga ke pesisir timur, memungkinkan terjadinya interaksi budaya, ekonomi, dan politik antarkawasan sejak zaman kuno.

Penemuan dan Ekskavasi Arkeologis

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Sabu: Warisan Budaya dari Ujung Timur Indonesia!

Ketertarikan terhadap situs Danua Rayo bermula sejak awal abad ke-20 ketika para peneliti kolonial Belanda mencatat adanya peninggalan kuno di wilayah tersebut.

Namun, eksplorasi secara lebih intensif baru dilakukan pada era modern, terutama oleh Balai Arkeologi Palembang dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi.

Dalam sejumlah ekskavasi yang dilakukan, para arkeolog menemukan berbagai struktur bangunan kuno berupa fondasi batu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait