Menelusuri Monumen Bambu Runcing: Ikon Sejarah Perjuangan Rakyat Surabaya
Monumen Bambu Runcing: Warisan Keberanian dan Semangat Perjuangan Surabaya-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Monumen Bambu Runcing merupakan salah satu ikon bersejarah yang merepresentasikan semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam menghadapi masa penjajahan.
Berlokasi di jantung Kota Surabaya, monumen ini menjadi pengingat semangat kepahlawanan masyarakat, terutama mereka yang berjuang mempertahankan kemerdekaan usai Proklamasi 17 Agustus 1945.
Bentuk monumen ini terinspirasi dari senjata tradisional berupa bambu dengan ujung tajam yang digunakan oleh para pejuang kala itu.
Ketika senjata modern sulit diakses, masyarakat—khususnya di wilayah Surabaya—mengandalkan bambu runcing sebagai alat pertahanan dalam melawan penjajah.
Meski sederhana, senjata ini menjadi lambang tekad dan keberanian rakyat dalam menghadapi pasukan Belanda dan Sekutu, terutama pada momen heroik Pertempuran Surabaya, 10 November 1945.
Pembangunan monumen ini dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap semangat perjuangan yang tak pernah padam dari para pahlawan bangsa.
BACA JUGA:Sejarah Suku Simalungun: Jejak Peradaban Tua dari Tanah Sumatera Utara!
Desainnya menampilkan lima batang bambu runcing besar dengan tinggi yang berbeda-beda, berdiri tegak sebagai lambang keberagaman sekaligus persatuan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Di sekitar monumen terdapat taman dan air mancur yang menambah keindahan dan kenyamanan kawasan tersebut.
Selain menjadi penanda sejarah, monumen ini juga mengandung makna filosofis yang mendalam, yaitu bahwa kemenangan dalam perjuangan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan senjata, tetapi juga oleh kesatuan dan semangat kolektif rakyat.
Lokasinya yang berada di pusat kota mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga semangat nasionalisme sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Saat ini, Monumen Bambu Runcing juga berfungsi sebagai tempat edukasi dan wisata sejarah, terutama saat menjelang peringatan Hari Pahlawan, banyak pelajar dan wisatawan yang datang untuk mengenang jasa para pahlawan.
BACA JUGA:Sejarah Candi Agung Amuntai: Warisan Kerajaan Hindu di Kalimantan Selatan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
