Sejarah Kelenteng Kwan Sing Bio: Warisan Spiritual dan Budaya Tionghoa di Indonesia!
Sejarah Kelenteng Kwan Sing Bio: Warisan Spiritual dan Budaya Tionghoa di Indonesia!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Kelenteng Kwan Sing Bio adalah salah satu kelenteng tertua dan terbesar di Indonesia, khususnya di daerah Rembang, Jawa Tengah.
Tempat ibadah ini bukan hanya menjadi pusat kegiatan spiritual bagi umat Konghucu.
Tetapi juga merupakan saksi bisu perjalanan sejarah dan budaya komunitas Tionghoa di Indonesia yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Asal Usul dan Nama Kelenteng
BACA JUGA:Senjata Tradisional sebagai Simbol Perjuangan di Monumen Bambu Runcing
Sosok ini adalah pahlawan legendaris dari zaman Dinasti Han di China yang dikenal luas sebagai lambang kesetiaan, keberanian, dan keadilan.
Guan Yu sering dianggap sebagai pelindung para pedagang dan warga masyarakat Tionghoa, sehingga banyak kelenteng yang didedikasikan untuknya.
Kelenteng Kwan Sing Bio di Rembang diperkirakan mulai dibangun pada abad ke-18, saat komunitas Tionghoa mulai menetap dan berkembang pesat di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.
Mereka datang sebagai pedagang dan pengusaha yang membawa tidak hanya barang dagangan, tetapi juga budaya, tradisi, dan kepercayaan mereka.
Peranan Kelenteng dalam Komunitas
BACA JUGA:Sejarah Suku Batak: Jejak Leluhur, Budaya, dan Identitas dari Tanah Toba!
Di sini, berbagai kegiatan keagamaan, perayaan hari besar, dan ritual tradisional dilakukan secara rutin.
Perayaan Imlek, Cap Go Meh, dan berbagai upacara untuk menghormati leluhur menjadi momen penting yang selalu dirayakan meriah di Kwan Sing Bio.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
