Suku Manggarai dan Napak Tilas Leluhur: Menjaga Warisan di Tengah Alam Flores
Warisan Budaya Suku Manggarai: Jejak Leluhur dan Kehidupan di Flores Barat-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Suku Manggarai merupakan salah satu etnis terbesar yang menetap di wilayah barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, khususnya di kawasan Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.
Mereka dikenal karena kekayaan tradisi, struktur sosial yang unik, serta warisan leluhur yang masih dilestarikan hingga kini.
Perjalanan sejarah suku ini mencakup masa-masa awal leluhur mereka, pengaruh kolonialisme, hingga proses adaptasi di era modern.
Asal Usul dan Persebaran
Berdasarkan cerita lisan yang diwariskan secara turun-temurun serta temuan sejarah, diyakini bahwa leluhur orang Manggarai berasal dari wilayah barat Nusantara—kemungkinan dari Kalimantan atau Sulawesi—dan mulai bermigrasi ke wilayah barat Flores sekitar abad ke-15
BACA JUGA:Sejarah Suku Batak: Jejak Leluhur, Budaya, dan Identitas dari Tanah Toba!
BACA JUGA:Sejarah Candi Agung Amuntai: Warisan Kerajaan Hindu di Kalimantan Selatan
Mereka membawa budaya dan sistem sosial tersendiri yang kemudian bercampur dengan kebudayaan lokal yang sudah ada.
Suku Manggarai membentuk komunitas-komunitas yang dikenal sebagai “kedaluan” atau kerajaan kecil, yang masing-masing dipimpin oleh seorang dalu sebagai pemimpin politik dan spiritual.
BACA JUGA:Memahami Sejarah Suku Kerinci: Menelusuri Jejak Peradaban Tertua di Jantung Sumatra!
Wilayah Manggarai juga pernah berada di bawah pengaruh Kesultanan Bima dari Pulau Sumbawa, yang memengaruhi sistem administrasi dan aspek budaya setempat, termasuk penggunaan bahasa Melayu di beberapa kegiatan.
Struktur Sosial dan Kekerabatan
Masyarakat Manggarai memiliki struktur sosial yang sangat terorganisir, dikenal dengan sistem klan patrilineal bernama “wa’u”. Garis keturunan dihitung dari pihak ayah, dan satu klan biasanya tinggal bersama dalam sebuah kampung adat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
