Menelusuri Sejarah Taman Balekambang Solo: Warisan Hijau dari Masa Kerajaan!
Menelusuri Sejarah Taman Balekambang Solo: Warisan Hijau dari Masa Kerajaan!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah hiruk-pikuk Kota Surakarta (Solo), terdapat sebuah taman hijau yang menyimpan jejak sejarah panjang dan nilai budaya yang tinggi. taman dikenal dengan nama taman Balekambang.
sebuah ruang terbuka yang tak hanya menawarkan keindahan alam, tapi juga merekam kisah cinta keluarga kerajaan dan warisan budaya Jawa yang lestari hingga kini.
Awal Mula Berdirinya
Taman Balekambang dibangun pada tahun 1921 atas perintah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII, penguasa wilayah Mangkunegaran pada masa itu.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Rumah Gadang Nagari Andiang: Warisan Budaya Minangkabau yang Sarat Makna!
Taman ini didedikasikan khusus untuk kedua putri kesayangannya, yakni Gusti Raden Ayu Partini Husein Djayaningrat dan Gusti Raden Ayu Partinah Sukanta.
Nama ini menggambarkan bangunan utama yang tampak mengapung di atas kolam air, menjadi ikon arsitektur yang menarik sekaligus romantis.
Dua Area, Dua Nama
Taman ini dibagi menjadi dua zona utama yang masing-masing dinamai sesuai dengan nama kedua putri Mangkunegara VII:
Partini Tuin: Merupakan bagian taman yang lebih bernuansa botani. Area ini awalnya berfungsi sebagai taman edukasi dan kebun botani dengan beragam jenis tanaman dari berbagai daerah.
BACA JUGA:Sejarah Sungai Musi: Jejak Peradaban dan Nadi Kehidupan Sumatra Selatan dari Masa ke Masa!
Partinah Bosch: Bagian yang lebih rindang dan dipenuhi pepohonan besar. Area ini dulunya difungsikan sebagai hutan kota kecil dan tempat bersantai keluarga kerajaan.
Pembagian ini bukan hanya bentuk penghormatan sang ayah kepada anak-anaknya, tapi juga mencerminkan dua sisi dari taman: keindahan tumbuhan dan keteduhan alam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
