Sejarah Benteng Victoria: Pusat Kekuasaan Kolonial dan Saksi Perjuangan Rakyat Maluku di Ambon!
Sejarah Benteng Victoria: Pusat Kekuasaan Kolonial dan Saksi Perjuangan Rakyat Maluku di Ambon!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di tengah hiruk-pikuk Kota Ambon, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang telah menjadi saksi bisu perjalanan panjang tanah Maluku.
Benteng Victoria, yang dulunya merupakan pusat kekuasaan kolonial di wilayah timur Indonesia, menyimpan kisah yang sarat akan konflik, penjajahan, dan perjuangan.
Dibangun oleh Portugis dan kemudian diambil alih oleh Belanda, benteng ini mencerminkan dinamika kekuatan kolonial yang berebut kendali atas rempah-rempah di Nusantara.
Awal Mula Pembangunan oleh Portugis
BACA JUGA:Uhang Pandak. Sosok Legendaris yang Jadi Bagian dari Budaya Lokal Masyarakat Jambi di Gunung Kerinci
Benteng Victoria awalnya dibangun oleh bangsa Portugis pada tahun 1575 dengan nama Nossa Senhora da Anunciada, yang berarti "Bunda Maria yang Diumumkan."
Benteng ini menjadi pusat pertahanan Portugis dalam menjaga dominasi mereka atas perdagangan rempah-rempah di wilayah Maluku, terutama pala dan cengkeh yang sangat berharga di pasar Eropa.
Namun, kehadiran Portugis di Ambon tidak selalu diterima dengan tangan terbuka. Perlawanan dari penduduk lokal dan ketegangan dengan kekuatan Eropa lainnya menyebabkan posisi Portugis semakin melemah.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh Belanda yang mulai memasuki kawasan tersebut.
BACA JUGA:Bongkahan Terbesar Emas Dunia yang Pernah Tercatat Dalam Sejarah Dunia. Ada di Indonesia?
Peralihan ke Tangan Belanda
Pada tahun 1605, armada VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di bawah komando Steven van der Hagen berhasil merebut benteng ini dari Portugis.
Setelah direbut, Belanda mengganti namanya menjadi Benteng Victoria, diambil dari bahasa Latin victoria yang berarti kemenangan—merayakan keberhasilan mereka dalam merebut kendali atas Ambon dari tangan Portugis.
Benteng Victoria kemudian menjadi pusat pemerintahan dan pertahanan Belanda di Maluku.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
