Pemkot PGA

Sejarah Suku Bali Aga: Menyelami Tradisi dan Kehidupan Asli Masyarakat Bali Kuno!

Sejarah Suku Bali Aga: Menyelami Tradisi dan Kehidupan Asli Masyarakat Bali Kuno!

Sejarah Suku Bali Aga: Menyelami Tradisi dan Kehidupan Asli Masyarakat Bali Kuno!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Pulau Bali tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan budaya Hindu yang kental, tetapi juga sebagai rumah bagi kelompok masyarakat asli yang disebut Suku Bali Aga.

Bali Aga merupakan komunitas yang mempertahankan tradisi dan adat leluhur asli Bali yang sudah ada sebelum kedatangan pengaruh luar.

Asal Usul Suku Bali Aga

Mereka dipercaya adalah generasi awal penduduk Bali yang hidup secara mandiri dan memelihara kepercayaan serta adat yang lebih kuno dan murni, jauh sebelum pengaruh Hindu mulai masuk ke Bali pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.

BACA JUGA:Sejarah Benteng Ujung Pandang: Dari Benteng Kerajaan Gowa hingga Fort Rotterdam, Jejak Kolonial dan Warisan!

Menurut legenda lokal, Bali Aga pernah menjadi kelompok dominan di Pulau Bali.

Namun, seiring dengan kedatangan kerajaan Hindu Majapahit dari Jawa pada abad ke-14, sebagian besar wilayah Bali mulai dipengaruhi oleh budaya Hindu.

Sementara komunitas Bali Aga memilih untuk tetap tinggal di daerah-daerah pegunungan dan terpencil untuk menjaga tradisi leluhur mereka.

Wilayah dan Komunitas Bali Aga

Masyarakat Bali Aga umumnya tersebar di beberapa desa yang terletak di pegunungan dan daerah yang sulit dijangkau di Bali utara dan timur, seperti di Desa Trunyan (Danau Batur).

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Kelenteng Sam Poo Kong: Jejak Laksamana Cheng Ho yang Memukau di Semarang!

Letak geografis yang terpencil ini memungkinkan mereka untuk mempertahankan adat dan tradisi asli tanpa banyak dipengaruhi oleh modernisasi atau budaya luar.

Desa-desa Bali Aga memiliki sistem sosial yang unik dan mandiri. Mereka mengatur sendiri adat, hukum adat, hingga tata cara kehidupan yang berbeda dari masyarakat Bali Hindu di daerah lain.

Sistem pemerintahan desa Bali Aga lebih berorientasi pada musyawarah dan kekerabatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait