Menyikapi Sejarah Pulau Tikus Bengkulu: Permata Kecil di Tengah Samudra!
Menyikapi Sejarah Pulau Tikus Bengkulu: Permata Kecil di Tengah Samudra!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di lepas pantai barat Sumatra, sekitar 10 kilometer dari pesisir Kota Bengkulu.
Terdapat sebuah pulau mungil yang menyimpan kisah sejarah menarik sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang menawan.
Pulau ini dikenal dengan nama Pulau Tikus, sebuah pulau kecil yang luasnya hanya sekitar 1,5 hektare, namun menyimpan jejak masa lalu yang penting, terutama pada era kolonial Belanda dan Inggris.
Asal Usul Nama Pulau Tikus
BACA JUGA:Perang Irak 2003 Saat Dunia Menyaksikan Sebuah Negara Terpecah
Nama "Pulau Tikus" terdengar unik dan seringkali menimbulkan pertanyaan. Masyarakat lokal percaya nama ini berasal dari bentuk pulau yang menyerupai tubuh seekor tikus jika dilihat dari atas.
Selain itu, menurut cerita masyarakat setempat, dahulu kala pulau ini sering dijadikan tempat bersembunyi oleh kapal-kapal kecil, layaknya tikus yang mencari perlindungan.
Meskipun ukurannya sangat kecil, pulau ini tidak pernah sepi dari perhatian karena letaknya yang sangat strategis di jalur pelayaran menuju dan keluar dari Pelabuhan Bengkulu.
Sejarah Kolonial dan Fungsi Navigasi
BACA JUGA:Dari Penjajahan ke Perlawanan Konflik Israel Palestina Bukan Sekadar Perang
Dalam aktivitas perdagangan dan pelayaran, keberadaan Pulau Tikus sangat penting karena menjadi titik panduan bagi kapal-kapal dagang yang hendak merapat ke pelabuhan.
Melihat pentingnya posisi Pulau Tikus, pemerintah kolonial Inggris kemudian membangun sebuah mercusuar di pulau tersebut pada awal abad ke-19.
Mercusuar itu berfungsi sebagai alat bantu navigasi laut bagi kapal-kapal dagang dan militer.
Setelah Belanda mengambil alih kekuasaan di Bengkulu pada tahun 1825 melalui Perjanjian London, pengelolaan mercusuar pun berpindah tangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
