Pemkot PGA

Lanskap Sejarah: Menelusuri Jejak Kolonial di Benteng Van Den Bosch, Ngawi!

Lanskap Sejarah: Menelusuri Jejak Kolonial di Benteng Van Den Bosch, Ngawi!

Lanskap Sejarah: Menelusuri Jejak Kolonial di Benteng Van Den Bosch, Ngawi!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Di tepi Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Kota Ngawi, Jawa Timur, berdiri kokoh sebuah bangunan tua yang menjadi saksi bisu dari dinamika kolonialisme Belanda di Indonesia.

Benteng Van Den Bosch yang oleh masyarakat lokal juga disebut Benteng Pendem karena posisinya yang lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya adalah peninggalan sejarah yang menyimpan beragam cerita,

Mulai dari strategi militer hingga perjuangan perlawanan lokal.

Asal Usul dan Fungsi Strategis

BACA JUGA:Rumah Adat Bolon: Simbol Kebesaran Budaya Batak Toba dan Warisan Leluhur yang Sarat Makna!

Benteng ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1839, di bawah perintah Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch, seorang tokoh penting dalam implementasi sistem tanam paksa di Hindia Belanda.

Penempatan benteng di Ngawi bukan tanpa alasan. Daerah ini merupakan titik pertemuan antara dua sungai besar: Sungai Madiun dan Bengawan Solo,

yang pada masa itu menjadi jalur transportasi penting serta pintu masuk menuju wilayah pedalaman Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Tujuan utama pembangunan benteng ini adalah untuk memperkuat posisi militer Belanda di wilayah timur Pulau Jawa.

BACA JUGA:Perang Korea Konflik Kecil yang Membakar Blok Barat dan Timur

Terutama dalam menghadapi perlawanan dari kerajaan-kerajaan lokal dan laskar pribumi yang tidak setuju dengan kebijakan kolonial.

Dengan dinding batu setebal hampir dua meter, lubang tembak di setiap sisi, dan ruang bawah tanah sebagai tempat penyimpanan logistik maupun tahanan, Benteng Van Den Bosch dibangun sebagai benteng pertahanan yang tangguh.

Arsitektur dan Keunikan Benteng

Salah satu ciri khas Benteng Van Den Bosch adalah arsitekturnya yang unik dan tidak lazim untuk ukuran benteng pada umumnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait