Pemkot PGA

Sejarah Monumen Palagan Ambarawa: Mengenang Pertempuran Heroik Rakyat Indonesia Melawan Sekutu!

Sejarah Monumen Palagan Ambarawa: Mengenang Pertempuran Heroik Rakyat Indonesia Melawan Sekutu!

Sejarah Monumen Palagan Ambarawa: Mengenang Pertempuran Heroik Rakyat Indonesia Melawan Sekutu!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COM - Monumen Palagan Ambarawa adalah salah satu saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya.

Terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, monumen ini menjadi pengingat penting atas peristiwa heroik yang dikenal sebagai Pertempuran Ambarawa, yang terjadi pada akhir tahun 1945.

Monumen ini bukan hanya memiliki nilai historis yang tinggi, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukatif bagi generasi penerus bangsa.

Latar Belakang Pertempuran Ambarawa

BACA JUGA:Perang Dunia II Saat Ambisi Kekuasaan Menjerumuskan Dunia ke Jurang Kematian

Pertempuran Ambarawa merupakan salah satu rangkaian konflik bersenjata antara pejuang kemerdekaan Indonesia melawan tentara Sekutu.

Khususnya Inggris dan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang berusaha mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945.

Awalnya, kedatangan pasukan Sekutu ke Indonesia adalah untuk melucuti tentara Jepang dan membebaskan para tawanan perang.

Namun, dalam praktiknya, pasukan Sekutu justru membantu NICA untuk mengambil alih kendali pemerintahan kolonial.

BACA JUGA:Awal Abad 20 Dihantam Neraka Perang Dunia I Jadi Luka Dunia yang Menganga

Ketegangan meningkat ketika pasukan Sekutu mulai membebaskan dan mempersenjatai kembali para tawanan Belanda serta mencoba menguasai beberapa wilayah strategis di Jawa Tengah, termasuk Ambarawa.

Hal ini memicu kemarahan rakyat dan tentara Indonesia. Di bawah pimpinan Letnan Kolonel Soedirman, pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bersama rakyat melakukan perlawanan yang sengit.

Jalannya Pertempuran

Pertempuran Ambarawa berlangsung dari 20 November hingga 15 Desember 1945. Salah satu momen paling menentukan adalah strategi serangan mendadak yang dilancarkan oleh pasukan TKR pada dini hari tanggal 12 Desember 1945.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait