Menelusuri Sejarah Candi Jolotundo: Jejak Peradaban Kuno di Lereng Gunung Penanggungan!
Menelusuri Sejarah Candi Jolotundo: Jejak Peradaban Kuno di Lereng Gunung Penanggungan!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Candi Jolotundo adalah salah satu situs purbakala penting di Indonesia yang menyimpan nilai sejarah, budaya, dan spiritual tinggi.
Terletak di lereng barat Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, candi ini dikenal bukan karena bentuk bangunannya yang monumental.
Melainkan karena keberadaan pemandian suci yang telah digunakan selama lebih dari seribu tahun.
Asal-Usul dan Pembangunan
BACA JUGA:Kaum Muda Penentu Sejarah Fakta Mengejutkan Revolusi 1945
Prasasti yang ditemukan di sekitar situs mencatat bahwa bangunan ini didirikan sekitar tahun 977 M.
Pembangunan candi ini dilakukan untuk menghormati dan memperingati kelahiran Raja Airlangga, putra dari Raja Udayana dan Mahendradatta, seorang putri bangsawan dari Jawa Timur.
Penting untuk dicatat bahwa Candi Jolotundo bukanlah candi dalam bentuk umum seperti Borobudur atau Prambanan yang menjulang tinggi dengan arca-arca dewa.
Sebaliknya, Jolotundo adalah candi petirtaan tempat pemujaan yang dilengkapi dengan pancuran air suci.
BACA JUGA:Benteng Ferangi; Saksi Bisu Pelindung dan Simbol Perjuangan Melawan Penjajah
Candi ini menunjukkan bagaimana air dimaknai sebagai elemen suci dalam kepercayaan Hindu dan Budha, simbol kesucian dan penyucian diri.
Arsitektur dan Teknologi Air
Yang menarik dari Candi Jolotundo adalah sistem irigasi dan teknik saluran air yang luar biasa maju untuk zamannya.
Sistem distribusi air di candi ini dirancang sangat presisi, menunjukkan pemahaman yang dalam mengenai teknik hidrolika kuno.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
