Menggali Kisah Sejarah Desa Wae Rebo: Permata Tersembunyi di Pegunungan Flores!
Menggali Kisah Sejarah Desa Wae Rebo: Permata Tersembunyi di Pegunungan Flores!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di balik perbukitan yang hijau dan berkabut di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, berdiri sebuah desa tradisional yang memukau bernama Wae Rebo.
Terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, desa ini dikenal sebagai salah satu desa adat terakhir di Flores yang masih mempertahankan bentuk arsitektur, adat istiadat, dan struktur sosial warisan nenek moyang.
Sejarah Wae Rebo bukan hanya kisah tentang tempat tinggal, melainkan juga narasi panjang tentang keteguhan dalam menjaga identitas dan nilai-nilai leluhur di tengah derasnya arus modernisasi.
Asal-usul dan Legenda Leluhur
BACA JUGA:Terungkap! Legenda dan Sejarah Darah Pejuang di Balik Nama Jembatan Merah Bogor
Menurut kisah turun-temurun, Wae Rebo didirikan oleh seorang leluhur bernama Empu Maro.
Ia dipercaya datang dari Minangkabau, Sumatera Barat, dan setelah melakukan perjalanan panjang, akhirnya menetap di pegunungan terpencil Flores bagian barat.
Bersama para pengikutnya, Empu Maro membangun komunitas kecil yang kemudian berkembang menjadi desa Wae Rebo.
Dipilihnya lokasi yang tinggi dan terpencil bukan tanpa alasan. Selain karena alasan keamanan dari konflik antar-suku pada masa lampau, lokasi ini juga dianggap suci dan strategis secara spiritual.
BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Bukit Lawang, Pesona Simbol Perjuangan Masyarakat dan Alam yang Saling Menguatkan
Hingga hari ini, warga Wae Rebo masih memuliakan Empu Maro sebagai pendiri dan pelindung desa. Setiap tahun, mereka menggelar upacara Penti, ritual adat sebagai bentuk syukur atas panen dan penghormatan kepada leluhur.
Arsitektur Mbaru Niang yang Unik
Salah satu hal yang paling mencolok dari Desa Wae Rebo adalah rumah tradisional mereka yang disebut Mbaru Niang.
Bangunan ini berbentuk kerucut dan beratap ijuk, terdiri dari lima tingkat yang masing-masing memiliki fungsi tertentu, dari tempat tinggal, penyimpanan hasil panen, hingga ruang sakral.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
