Sejarah Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong: Simbol Kasih Sayang dan Toleransi di Jantung Semarang!
Sejarah Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong: Simbol Kasih Sayang dan Toleransi di Jantung Semarang!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong adalah salah satu bangunan keagamaan umat Buddha yang paling ikonik di Indonesia.
Terletak di daerah Watugong, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, pagoda ini tidak hanya dikenal sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang menyimpan nilai sejarah yang kuat.
Keunikan arsitektur, nuansa spiritual, dan kisah di balik pendiriannya menjadikan pagoda ini sebagai simbol toleransi dan kekayaan budaya Indonesia.
Awal Mula Pendirian
Cikal bakal keberadaan Pagoda Avalokitesvara bermula dari pembangunan Vihara Buddhagaya Watugong pada tahun 1955, yang digagas oleh Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, seorang tokoh Buddhis Indonesia.
Vihara ini dibangun di atas tanah seluas sekitar 2,5 hektar yang merupakan hibah dari seorang umat Buddha Tionghoa bernama Goei Thwan Ling.
Pada masa itu, umat Buddha di Indonesia tengah berupaya bangkit kembali setelah mengalami masa surut akibat berbagai dinamika sejarah.
Pendirian vihara ini menjadi titik awal kebangkitan kembali ajaran Buddha di tanah Jawa, khususnya di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Berdirinya Pagoda Avalokitesvara
BACA JUGA:Sejarah yang Tak Terlupakan! Fakta Menarik di Balik Bukit Teletubbies yang Jarang Diketahui
Pembangunan pagoda dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada Bodhisattva Avalokitesvara, sosok welas asih dalam ajaran Mahayana yang dikenal sebagai penolong umat manusia dari penderitaan.
Keindahannya terpancar dari arsitektur khas Tiongkok yang berpadu harmonis dengan nuansa lokal.
Setiap lantai pagoda memiliki makna spiritual tersendiri dan biasanya digunakan untuk meditasi atau upacara keagamaan tertentu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
