Sejarah Gunung Toba: Letusan Supervolcano yang Membentuk Danau Terbesar di Asia Tenggara!
Sejarah Gunung Toba: Letusan Supervolcano yang Membentuk Danau Terbesar di Asia Tenggara!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Sekitar 74.000 tahun yang lalu, wilayah Sumatra menjadi saksi dari salah satu peristiwa geologis paling dahsyat dalam sejarah Bumi.
Gunung Toba, yang tergolong sebagai supervolcano—jenis Gunung berapi yang mampu menghasilkan letusan berskala sangat besar—mengalami erupsi masif yang dikenal sebagai Toba Supereruption.
Letusan ini memuntahkan sekitar 2.800 kilometer kubik material vulkanik ke atmosfer, menjadikannya salah satu letusan gunung berapi paling besar sepanjang sejarah geologi modern.
Akibat letusan ini, terbentuklah kaldera raksasa yang kemudian terisi air dan menjadi Danau Toba seperti yang kita kenal saat ini.
BACA JUGA:Terukir di Batu! Prasasti Yupa Bongkar Misteri Kerajaan Kutai
Di tengah danau tersebut, terdapat Pulau Samosir yang sebenarnya adalah bagian dari lantai kaldera yang terangkat kembali oleh tekanan magma di bawahnya .
Dampak Global Letusan Toba
Letusan Gunung Toba tidak hanya berdampak lokal. Material vulkanik yang terlempar ke atmosfer menyebabkan tabir debu tebal yang menghalangi sinar matahari, menurunkan suhu global selama beberapa tahun. Fenomena ini dikenal sebagai "musim dingin vulkanik".
Beberapa ahli memperkirakan bahwa suhu bumi bisa turun hingga 3-5 derajat Celsius secara global .
BACA JUGA:Menyelami Asal Usul Danau Rayo dari Legenda Hingga Sejarah Wisata Alam Sumatera Selatan!
Terdapat teori yang mengaitkan letusan ini dengan peristiwa "bottleneck" genetik pada manusia purba, yaitu penyusutan drastis populasi manusia menjadi hanya beberapa ribu individu sebelum kembali berkembang.
Namun, teori ini masih diperdebatkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa populasi manusia di beberapa wilayah, seperti Afrika dan India, tetap bertahan dan berkembang setelah letusan .
Warisan Geologis dan Budaya
Saat ini, Danau Toba menjadi salah satu danau vulkanik terbesar di dunia dengan panjang sekitar 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Di balik keindahan panoramanya, kawasan ini menyimpan berbagai lapisan sejarah—baik geologis maupun budaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
