Pemkot PGA

Mengenal Tradisi Memberikan Ibatan, Ucapan Terimakasih dan Penghargaan

Mengenal Tradisi Memberikan Ibatan, Ucapan Terimakasih dan Penghargaan

Foto : Vhan/Pagaralampos.com TINGGI MENJULANG: Gunung Dempo merupakan ikon wisata Kota Pagaralam. Foto diabadikan beberapa waktu lalu--

PAGARALAMPOS.COM - Banyak ragam tradisi di Besemah. Satu di antaranya tradisi ibatan. Tradisi ini bisa dijumpai dalam acara persedekahan.

Sama seperti tradisi di besemah pada umumnya, memberikan ibatan juga memiliki makna yang dalam.

Anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah, menyatakan, memberikan ibatan pada saat acara persedekahan sudah ada sejak lama.

BACA JUGA:Berapa Lama Telat Haid Dapat dikatakan hamil? Yuk simak Penjelasannya

“Dari dulu sudah ada,”kata Satar, ketika dijumpai Pagaralampos.com, dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

Dikatakan, memberikan ibatan dilaksanakan dalam acara persedekahan. Yang menyediakan adalah ahli rumah. Sedangkan yang mendapatkan ibatan adalah mereka yang datang pada hajatan itu.

“Ada tiga jenis ibatan. Ibatan ngambur, ibatan untuk dek beradik dan ibatan untuk orang begawe,”ulasnya.

Ibatan ngambur jelas dia, diperuntukkan bagi tamu ataupun undangan yang datang ke hajatan.

BACA JUGA: Penuh dengan Makna, Menelisik Nama Dusun di Pagar Alam

Bentuk ibatan ini umumnya berupa bungkusan plastik yang di dalamnya terdapat aneka jenis makanan.

“Kalau dulu, isi ibatan ngambur ini berupa aneka makanan tradisional. Seperti di antaranya dodol dan wajik. Sekarang tidak lagi,” tuturnya. 

Sedangkan ibatan untuk dek beradek, adalah ibatan yang diperuntukkan bagi mereka yang terhitung kerabat dekat dengan ahli rumah.

Maka,menurut Satar, isi ibatannya sedikit berbeda dengan ibatan ngambur. Kata dia, ibatan untuk dek beradek ini berupa gulai yang telah siap dimasak.

BACA JUGA:Mari Menyusuri Jejak Perang Dunia yang Tersimpan di Tanah Air

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: sejarah ibatan

Berita Terkait