Suku Padoe: Warisan Budaya Sulawesi yang Terjaga di Tengah Isolasi Alam
Suku Padoe: Warisan Budaya Sulawesi yang Terjaga di Tengah Isolasi Alam-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Indonesia dikenal sebagai negeri yang sarat akan keragaman budaya dan suku bangsa.
Salah satu suku yang jarang disorot namun memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa adalah Suku Padoe, yang menetap di wilayah pedalaman Sulawesi, tepatnya di bagian selatan Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah) dan Luwu Timur (Sulawesi Selatan).
Meskipun jumlah penduduknya tidak besar, keberadaan Suku Padoe memberikan kontribusi penting bagi mosaik budaya Indonesia.
Asal-Usul dan Penyebaran Suku Padoe
Suku Padoe diyakini berasal dari rumpun etnis besar yang bermigrasi dari wilayah Sulawesi Selatan ke daerah pegunungan di utara.
Berdasarkan kisah lisan yang diwariskan turun-temurun, nenek moyang mereka hidup berdampingan dengan suku-suku lain seperti To Mori dan Bungku sebelum membentuk komunitas yang kini dikenal sebagai Padoe.
BACA JUGA:Sejarah Candi Bumi Ayu: Jejak Hindu di Tanah Sumatera Selatan!
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Candi Arjuna: Warisan Hindu Tertua di Dataran Tinggi Dieng!
Nama “Padoe” sendiri diyakini berasal dari istilah lokal yang merujuk pada masyarakat pegunungan yang hidup mandiri dan menjaga adat serta budaya mereka dengan kuat.
Mereka menamai daerah asal mereka sebagai “wilayah Padoe” — sebuah kawasan subur yang dikelilingi hutan lebat dan kaya sumber daya alam.
Struktur Sosial dan Kehidupan Sehari-Hari
Secara tradisional, masyarakat Padoe hidup dalam kelompok kecil yang dipimpin oleh seorang pemimpin adat, atau Mosalaki.
Tokoh ini tidak hanya memimpin secara administratif, tetapi juga berperan penting dalam menjaga nilai-nilai spiritual, hukum adat, dan kebudayaan.
Aktivitas utama masyarakat ini meliputi berladang dan berburu. Mereka mengembangkan sistem pertanian berpindah yang tetap mempertahankan keseimbangan lingkungan. Selain bertani, mereka juga menggantungkan hidup pada hasil hutan seperti madu, damar, dan rotan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
