Pemkot PGA

Sejarah Monumen Padang Area: Simbol Perlawanan Rakyat Sumatera Barat!

Sejarah Monumen Padang Area: Simbol Perlawanan Rakyat Sumatera Barat!

Monumen Padang Area berdiri megah di tengah kota Padang, Sumatera Barat, sebagai lambang perlawanan heroik rakyat terhadap agresi Belanda pasca-kemerdekaan.-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Monumen Padang Area berdiri megah di tengah kota Padang, Sumatera Barat, sebagai lambang perlawanan heroik rakyat terhadap agresi Belanda pasca-kemerdekaan.

Monumen ini tidak hanya menjadi penanda sejarah penting, tetapi juga pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dengan darah dan air mata, termasuk oleh masyarakat Minangkabau yang terkenal gigih dan berani.

Latar Belakang Sejarah

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, berbagai wilayah di Indonesia menghadapi ancaman dari pasukan Belanda yang ingin kembali menguasai negeri ini.

BACA JUGA:Sejarah Monumen Palagan Ambarawa: Mengenang Perjuangan Rakyat Melawan Agresi Sekutu!

Sumatera Barat tidak luput dari konflik tersebut.

Pada tahun 1946, Belanda dengan bantuan tentara Sekutu mulai mendarat di Padang dan berusaha merebut kembali kendali atas daerah yang sudah dikuasai oleh Republik Indonesia.

Namun, rakyat Padang tidak tinggal diam. Dengan semangat nasionalisme yang berkobar, para pemuda, pelajar, pejuang, hingga masyarakat biasa bangkit melawan.

Perlawanan ini dikenal sebagai "Gerakan Padang Area," sebuah perjuangan bersenjata yang melibatkan banyak kalangan dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.

Peristiwa Penting di Balik Nama “Padang Area”

BACA JUGA:Sejarah Patung Titi Banda: Legenda Ramayana yang Menjadi Ikon Budaya di Gerbang Kota Denpasar!

Di daerah-daerah inilah bentrokan sengit antara pejuang Indonesia dengan tentara Belanda sering terjadi.

Salah satu momen paling terkenal adalah pertempuran di daerah Simpang Haru, di mana para pemuda mempertahankan markas dan logistik republik dari serangan udara dan darat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait