Sejarah Monumen Palagan Ambarawa: Mengenang Perjuangan Rakyat Melawan Agresi Sekutu!
Sejarah Monumen Palagan Ambarawa: Mengenang Perjuangan Rakyat Melawan Agresi Sekutu!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Monumen Palagan Ambarawa merupakan simbol monumental perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman kolonialisme setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, monumen ini menjadi saksi bisu heroisme rakyat dan tentara.
Republik Indonesia dalam mempertahankan tanah air dari upaya pendudukan kembali oleh Sekutu dan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration) Belanda.
Latar Belakang Sejarah Pertempuran Ambarawa
BACA JUGA:Sejarah Patung Titi Banda: Legenda Ramayana yang Menjadi Ikon Budaya di Gerbang Kota Denpasar!
Pertempuran Ambarawa bermula dari masuknya pasukan Sekutu ke wilayah Jawa Tengah pada Oktober 1945.
Dengan dalih melucuti senjata tentara Jepang yang telah menyerah, tentara Sekutu yang terdiri dari pasukan Inggris dan tentara Belanda malah mencoba mengambil alih kembali kekuasaan atas Indonesia.
Di berbagai daerah, ketegangan meningkat karena pasukan Sekutu sering kali diboncengi oleh NICA yang membawa agenda kolonialisme.
Di Ambarawa, situasi memanas ketika tentara Sekutu mulai membebaskan dan mempersenjatai kembali tentara Belanda yang sebelumnya menjadi tawanan perang Jepang.
Hal ini menimbulkan kemarahan rakyat dan tentara Indonesia, terutama setelah terjadinya insiden penembakan terhadap pejuang Indonesia.
Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran besar antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Kolonel Soedirman melawan pasukan Sekutu.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Patung Reog Ponorogo: Simbol Identitas Budaya dan Kebanggaan Masyarakat!
Pertempuran berlangsung sengit dan berlarut-larut hingga mencapai puncaknya pada 15 Desember 1945. Dalam pertempuran inilah taktik gerilya Kolonel Soedirman berhasil memukul mundur pasukan Sekutu dari Ambarawa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
