Pemkot PGA

Sejarah Jembatan Kaca Cisadane: Ikon Modern di Atas Sungai Bersejarah!

Sejarah Jembatan Kaca Cisadane: Ikon Modern di Atas Sungai Bersejarah!

Sejarah Jembatan Kaca Cisadane: Ikon Modern di Atas Sungai Bersejarah!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Kota Tangerang, dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan urban di wilayah barat Jakarta, memiliki sudut menarik yang mencerminkan pertemuan antara warisan budaya dan kemajuan zaman.

Salah satu ikon terbaru yang menjadi sorotan publik adalah Jembatan Kaca Cisadane, Jembatan pejalan kaki yang dibangun dengan konsep futuristik namun berdiri di atas sungai yang kaya akan sejarah.

Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung dua sisi Sungai Cisadane, tetapi juga merupakan simbol revitalisasi kawasan kota, transformasi ruang publik, dan identitas baru bagi masyarakat Tangerang.

Dibalik kemegahan desainnya, Jembatan Kaca Cisadane menyimpan kisah pembangunan yang menarik dan terhubung erat dengan masa lalu Sungai Cisadane itu sendiri.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Taman Balekambang Solo: Warisan Hijau dari Masa Kerajaan!

Dari Sungai Bersejarah Menuju Landmark Modern

Sungai Cisadane telah lama menjadi urat nadi masyarakat di Banten dan Tangerang. Sejak zaman kolonial Belanda, sungai ini digunakan sebagai jalur transportasi, sumber pengairan pertanian, hingga jalur distribusi hasil bumi.

Di masa lalu, Sungai Cisadane juga menjadi lokasi penting dalam pertempuran dan perlawanan masyarakat lokal terhadap penjajahan.

Pembangunan Jembatan Kaca Cisadane menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam menata ulang kawasan pinggiran sungai agar menjadi ruang publik yang nyaman dan menarik.

Proyek ini mulai digagas pada awal dekade 2020-an sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Wisata Heritage Kota Lama yang memadukan nilai sejarah, keindahan alam, dan sentuhan modern.

BACA JUGA:Menelusuri Kerajaan Kutai Martadipura: Jejak Awal Peradaban Hindu di Nusantara!

Perencanaan dan Pembangunan

Jembatan Kaca Cisadane mulai dibangun sebagai bagian dari revitalisasi kawasan bantaran sungai yang sebelumnya kurang tertata dan kurang dimanfaatkan secara optimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: