Pemkot PGA

Melintasi Sungai Pekalen: Warisan Alam yang Memikat Hati Wisatawan Probolinggo

Melintasi Sungai Pekalen: Warisan Alam yang Memikat Hati Wisatawan Probolinggo

Melintasi Sungai Pekalen: Warisan Alam yang Memikat Hati Wisatawan Probolinggo-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sungai Pekalen dikenal sebagai surga bagi para pecinta arung jeram.

Di balik derasnya arus dan keindahan alamnya, sungai ini menyimpan cerita panjang serta nilai budaya yang sudah melekat erat pada kehidupan masyarakat sejak zaman dahulu.

Asal-usul Nama dan Letak Sungai

Nama "Pekalen" dipercaya berasal dari kata Jawa "kalen" yang berarti sungai kecil atau saluran air. Dengan awalan "pe-", istilah tersebut mengacu pada kawasan yang kaya akan jaringan air.

Sungai Pekalen bermuara dari kaki Gunung Argopuro dan Gunung Lamongan, mengalir melewati beberapa daerah di Probolinggo, hingga akhirnya sampai ke Laut Jawa. Panjangnya sekitar 29 kilometer dengan aliran deras dan dasar berbatu, sangat ideal untuk olahraga arung jeram.

BACA JUGA:Sejarah dan Makna Filosofis Tugu Abel di Lereng Gunung Marapi: Simbol Persatuan dan Warisan Budaya Minangkabau

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Tugu Poci: Simbol Budaya dan Identitas di Tanah Melayu!

Nilai Sejarah dan Budaya Sungai Pekalen

Sejak masa kerajaan, khususnya era Majapahit, Sungai Pekalen berfungsi sebagai jalur penting untuk irigasi dan transportasi air.

Air sungai ini digunakan untuk mengairi sawah dan kebun tebu serta sebagai jalur pengangkutan hasil pertanian.

Selain fungsi ekonomi, sungai ini juga memiliki makna spiritual. Masyarakat setempat menggunakan sungai sebagai tempat berbagai upacara adat, termasuk ritual bersih desa sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur mereka.

Masa Penjajahan dan Dampaknya

Pada zaman penjajahan Belanda, Sungai Pekalen dijadikan bagian dari sistem irigasi guna mendukung perkebunan tebu, terutama yang memasok pabrik gula seperti Pabrik Gula Gending. Pemerintah kolonial membangun berbagai fasilitas irigasi yang sebagian masih ada hingga kini.

BACA JUGA:Sejarah Perjalanan Tugu Juang Siliwangi: Simbol Keteguhan dan Semangat Perjuangan Rakyat Sunda!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait