Menelusuri Sejarah Gunung Kerihun: Benteng Alam di Ujung Kalimantan!
Menelusuri Sejarah Gunung Kerihun: Benteng Alam di Ujung Kalimantan!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Gunung Kerihun adalah salah satu mahakarya alam Indonesia yang menyimpan banyak cerita, baik dari sisi geologi, ekologi, maupun budaya.
Terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Gunung Kerihun merupakan bagian dari Taman Nasional Betung Kerihun, sebuah kawasan konservasi yang membentang hingga perbatasan Malaysia.
Keberadaan gunung ini tidak hanya menjadi benteng alam, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang manusia dan alam di Kalimantan.
Asal Usul Nama "Kerihun"
Nama "Kerihun" berasal dari bahasa Dayak setempat. Konon, "Kerihun" berarti "tempat yang bergetar" atau "bergemuruh".
BACA JUGA:Membaca Ulang Sejarah, Kunci Terpendam untuk Memahami Masa Depan Bangsa
Hal ini merujuk pada suara gemuruh sungai-sungai besar yang mengalir deras dari lereng-lereng gunung tersebut. Sungai-sungai seperti Sungai Kapuas dan Sungai Embaloh mendapatkan hulunya dari kawasan ini.
Bagi masyarakat lokal, Gunung Kerihun bukan hanya tempat tinggal makhluk liar, tetapi juga dianggap sakral sebagai rumah roh nenek moyang mereka.
Geologi dan Pembentukan
Gunung Kerihun merupakan bagian dari formasi pegunungan tua yang terbentuk jutaan tahun lalu akibat pergerakan lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Struktur batuannya didominasi oleh batuan sedimen dan batuan metamorf.
BACA JUGA:Terungkap Pahlawan Daerah yang Dilupakan Sejarah, Padahal Jasanya Luar Biasa
Usia pegunungan ini membuatnya kaya akan keragaman hayati dan memiliki berbagai tipe ekosistem, mulai dari hutan dataran rendah, hutan pegunungan, hingga hutan lumut di puncak-puncaknya.
Proses alami ini menghasilkanlanskap yang dramatis, dengan tebing curam, lembah dalam, dan jaringan sungai yang membelah kawasan.
Keanekaragaman morfologi ini menjadi salah satu alasan mengapa Gunung Kerihun ditetapkan sebagai bagian dari kawasan konservasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
