Misteri dan Filosofi Pohon Beringin Kembar, Ikon Keraton Yogyakarta yang Sarat Makna!
Filosofi Pohon Beringin Yogyakarta -net-
Alun-alun sebagai ruang publik terbuka telah menjadi bagian integral dari keraton sejak era Majapahit hingga Kerajaan Mataram.
Sejarah dan Filosofi Pohon Beringin Kembar
Pohon beringin ini memiliki sejarah yang panjang, mulai dari masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, di mana pohon ini menjadi salah satu penanda berdirinya keraton.
Perbedaan Antara Alun-Alun Lor dan Kidul
Alun-Alun Lor (utara) dianggap sebagai simbol kekuasaan keraton. Di tempat ini, berbagai acara penting, seperti Gladhen Watangan dan Rampogan Sima, sering diselenggarakan.
Fakta Menarik seputar Pohon Beringin Kembar
1. Nama Khusus
Sepasang beringin di Alun-Alun Lor dikenal dengan nama Kyai Dewandaru dan Kyai Janandaru, sedangkan beringin di Alun-Alun Kidul bernama Supit Urang.
2. Perubahan Nama
Setelah terjadinya kebakaran, nama beringin di sisi timur Alun-Alun Lor berubah dari Kyai Janandari menjadi Wijayandaru, sementara beringin di sisi barat berganti nama dari Kyai Dewandaru menjadi Dewatadaru.
3. Tempat Ritual Keraton
Alun-Alun Lor menjadi pusat berbagai ritual keraton, sedangkan Alun-Alun Kidul lebih dikenal sebagai lokasi hiburan masyarakat.
4. Simbol Kebesaran Keraton
Pohon beringin melambangkan perlindungan dan kebesaran, serta diyakini memberikan keteduhan dan kehidupan bagi komunitas di sekitarnya.
5. Pohon Pengabul Keinginan
Tradisi masangin melewati beringin kembar dengan mata tertutup masih populer hingga saat ini. masyarakat percaya bahwa keberhasilan dalam menjalankan tradisi ini dapat mengabulkan keinginan mereka.
Dengan segala makna dan misteri yang dimilikinya, beringin kembar di Yogyakarta tidak hanya menjadi bagian dari lanskap, melainkan juga merupakan lambang budaya dan spiritual yang memperkaya kehidupan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
