Pemkot PGA

Misteri dan Filosofi Pohon Beringin Kembar, Ikon Keraton Yogyakarta yang Sarat Makna!

Misteri dan Filosofi Pohon Beringin Kembar, Ikon Keraton Yogyakarta yang Sarat Makna!

Filosofi Pohon Beringin Yogyakarta -net-

PAGARALAMPOS.COM - Pohon beringin kembar yang terletak di Alun-Alun Yogyakarta tidak hanya sekadar hiasan, melainkan juga merupakan salah satu simbol budaya yang mendalam maknanya.
 
Selain membawa berkah bagi yang mengunjunginya, pohon legendaris ini menyimpan banyak fakta menarik yang layak untuk diketahui.

Alun-alun sebagai ruang publik terbuka telah menjadi bagian integral dari keraton sejak era Majapahit hingga Kerajaan Mataram.
 
 
Ciri khas alun-alun di kota-kota kuno adalah lapangan luas yang ditanami rumput, dengan sepasang pohon beringin yang berdiri tegak di tengahnya, seperti yang terlihat di Alun-Alun Yogyakarta.

Sejarah dan Filosofi Pohon Beringin Kembar

Pohon beringin ini memiliki sejarah yang panjang, mulai dari masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, di mana pohon ini menjadi salah satu penanda berdirinya keraton.
 
 
Selain sepasang pohon yang ada di alun-alun, terdapat pula 64 pohon beringin di berbagai lokasi keraton lainnya, seperti Pelataran Kemagangan, Kamandhungan Lor, dan Sitihinggil Lor. Angka tersebut melambangkan usia Nabi Muhammad SAW dalam kalender Jawa.
 
BACA JUGA:Sejarah Museum Ullen Sentalu: Melestarikan Keindahan dan Budaya Jawa di Yogyakarta!

Perbedaan Antara Alun-Alun Lor dan Kidul

Alun-Alun Lor (utara) dianggap sebagai simbol kekuasaan keraton. Di tempat ini, berbagai acara penting, seperti Gladhen Watangan dan Rampogan Sima, sering diselenggarakan.
 
Bahkan pada masa awal kemerdekaan, alun-alun ini dimanfaatkan untuk mobilisasi massa untuk meningkatkan semangat nasionalisme.
 
Sementara itu, Alun-Alun Kidul (selatan) lebih difokuskan pada kegiatan hiburan dan lomba panahan yang populer pada era Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
 
BACA JUGA:Sejarah dan Misteri Pantai Parangtritis: Keindahan Alam dan Kepercayaan Mistis di Yogyakarta!

Fakta Menarik seputar Pohon Beringin Kembar

1. Nama Khusus

Sepasang beringin di Alun-Alun Lor dikenal dengan nama Kyai Dewandaru dan Kyai Janandaru, sedangkan beringin di Alun-Alun Kidul bernama Supit Urang.

2. Perubahan Nama

Setelah terjadinya kebakaran, nama beringin di sisi timur Alun-Alun Lor berubah dari Kyai Janandari menjadi Wijayandaru, sementara beringin di sisi barat berganti nama dari Kyai Dewandaru menjadi Dewatadaru.

3. Tempat Ritual Keraton

Alun-Alun Lor menjadi pusat berbagai ritual keraton, sedangkan Alun-Alun Kidul lebih dikenal sebagai lokasi hiburan masyarakat.
 

4. Simbol Kebesaran Keraton

Pohon beringin melambangkan perlindungan dan kebesaran, serta diyakini memberikan keteduhan dan kehidupan bagi komunitas di sekitarnya.

5. Pohon Pengabul Keinginan

Tradisi masangin melewati beringin kembar dengan mata tertutup masih populer hingga saat ini. masyarakat percaya bahwa keberhasilan dalam menjalankan tradisi ini dapat mengabulkan keinginan mereka.
 

Dengan segala makna dan misteri yang dimilikinya, beringin kembar di Yogyakarta tidak hanya menjadi bagian dari lanskap, melainkan juga merupakan lambang budaya dan spiritual yang memperkaya kehidupan masyarakat.
 
 
 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait