Menyikapi Kisah Jembatan Siti Nurbaya: Ikon Romantis dan Sejarah Kota Padang!
Menyikapi Kisah Jembatan Siti Nurbaya: Ikon Romantis dan Sejarah Kota Padang!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Jembatan Siti Nurbaya adalah salah satu landmark paling terkenal di Kota Padang, Sumatera Barat.
Selain menjadi penghubung penting antara pusat kota dengan kawasan Seberang Padang, jembatan ini juga sarat akan nilai sejarah dan budaya.
Namanya diambil dari tokoh fiksi legendaris Siti Nurbaya, yang kisahnya sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
Latar Belakang Sejarah dan Pembangunan
BACA JUGA:Wonderia Semarang: Jejak Kejayaan Taman Hiburan Legendaris yang Kini Tinggal Kenangan Terbengkalai!
Jembatan Siti Nurbaya diresmikan pada tahun 2002 oleh pemerintah Kota Padang sebagai upaya modernisasi infrastruktur sekaligus memperkuat identitas lokal.
Dengan panjang mencapai lebih dari 156 meter dan lebar sekitar 10 meter, jembatan ini membentang gagah di atas Sungai Batang Arau.
Sebelum keberadaannya, akses ke kawasan Seberang Padang cukup terbatas dan bergantung pada jalur-jalur kecil yang tidak mampu menampung perkembangan kota.
Namun lebih dari sekadar sarana transportasi, pembangunan jembatan ini juga ditujukan untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang mulai terkikis zaman.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Sungai Sadang: Nadi Kehidupan di Tanah Sulawesi!
Pemilihan nama “Siti Nurbaya” bukan tanpa alasan kisah cinta tragis Siti Nurbaya dan Samsul Bahri yang ditulis oleh Marah Rusli pada awal abad ke-20 dianggap sebagai representasi dari perjuangan melawan ketidakadilan adat dan sistem sosial yang menindas.
Kisah Siti Nurbaya dan Relevansinya
Siti Nurbaya adalah tokoh fiksi dalam novel berjudul Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai yang terbit pertama kali tahun 1922.
Dalam cerita itu, Siti Nurbaya adalah seorang gadis Minangkabau yang dipa
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
