Legenda dan Sejarah Pegunungan Meratus: Asal Usul Nama yang Penuh Misteri

Legenda dan Sejarah Pegunungan Meratus: Asal Usul Nama yang Penuh Misteri-Foto: net -
Misteri Pegunungan Meratus
Pegunungan Meratus tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan.
Salah satu misteri yang terkenal adalah keberadaan gua-gua di pegunungan ini, yang dipercaya sebagai tempat persembunyian roh-roh jahat atau makhluk halus. Masyarakat setempat sering menghindari gua-gua tersebut karena takut akan gangguan makhluk tak kasat mata.
BACA JUGA:Makam Sunan Gunung Jati: Napak Tilas Spiritualitas dan Tradisi Islam di Tanah Cirebon
BACA JUGA:Mengungkap Pesona Makam Sunan Gunung Jati: Destinasi Wisata Religi dan Warisan Sejarah Cirebon
Mitos lain yang berkembang di sekitar Pegunungan Meratus adalah tentang "orang kerdil" atau makhluk misterius yang konon mendiami hutan-hutan lebat di sekitarnya.
Banyak cerita beredar tentang penampakan sosok-sosok kecil yang bergerak cepat dan sulit terlihat dengan jelas.
Masyarakat Dayak Meratus percaya bahwa makhluk ini adalah penjaga alam yang tidak boleh diganggu, dan mereka yang melanggar batas tertentu di pegunungan ini bisa mengalami nasib buruk.
Selain itu, ada juga kisah tentang "batu hidup," formasi batuan yang dianggap memiliki kekuatan magis, yang diyakini dapat berpindah tempat atau bergetar saat disentuh. Penduduk setempat merawat dan menghormati batu-batu ini melalui berbagai ritual adat.
BACA JUGA:Sederet Mitos Gunung Agung di Bali: yang Diyakini Tempat Dewa-Dewa Bersemayam!
BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Taman Nasional Gunung Mulu: Ada Keajaiban yang Tersembunyi!
Ritual dan Adat Istiadat
Pegunungan Meratus juga menjadi pusat kegiatan spiritual bagi suku Dayak Meratus. Mereka sering mengadakan upacara adat untuk menghormati roh-roh yang diyakini mendiami kawasan ini.
Salah satu upacara penting yang masih dilaksanakan adalah "Aruh Ganal," sebuah ritual syukuran besar untuk berterima kasih kepada para leluhur dan dewa-dewa atas hasil bumi dan kesejahteraan masyarakat.
Selama upacara ini, masyarakat Dayak Meratus menyembelih hewan kurban, menggelar tari-tarian tradisional, dan mempersembahkan hasil panen kepada roh-roh penjaga alam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: