Menguak Tradisi Bedding Ceremonies: Ritual Pernikahan Bangsawan di Abad ke-16

Menguak Tradisi Bedding Ceremonies: Ritual Pernikahan Bangsawan di Abad ke-16

Menguak Tradisi Bedding Ceremonies: Ritual Pernikahan Bangsawan di Abad ke-16-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM – Dalam tradisi bangsawan, banyak pernikahan yang diiringi dengan berbagai ritual yang sering kali menimbulkan rasa penasaran, salah satunya adalah upacara tempat tidur atau bedding ceremonies.

Upacara ini melibatkan pasangan pengantin baru yang menghabiskan malam pertama mereka bersama, disaksikan oleh sejumlah saksi.

Ritual ini telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan ditemukan dalam berbagai budaya di seluruh dunia.

Artikel ini akan membahas asal-usul, makna, serta kontroversi yang mengelilingi relevansi upacara ini di era modern.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Patung Dewi Kwan Im di Bangka Belitung: Tanda Simbol Kasih Sayang dan Kedamaian!

BACA JUGA:Sejarah Arca Mahadewa: Simbol Keagungan dan Spiritualitas Hindu di Nusantara!

Makna dan Fungsi Upacara

Upacara ranjang, yang juga dikenal sebagai ritual pasca-pernikahan atau upacara penyempurnaan, memiliki peranan penting dalam sejarah pernikahan bangsawan.

Selain menandai penyempurnaan perkawinan, upacara ini juga berfungsi untuk memberikan legitimasi kepada pernikahan tersebut.

Kehadiran para saksi, yang biasanya terdiri dari keluarga, teman dekat, bahkan anggota pengadilan, menjadi bukti keabsahan pernikahan itu.

Variasi Budaya

Di berbagai budaya, bentuk upacara tidur ini bervariasi. Di Inggris, misalnya, pendeta akan memberkati tempat tidur pengantin sebelum upacara dimulai, diikuti dengan tradisi melemparkan kaus kaki pengantin pria ke arah para saksi.

BACA JUGA:Sejarah dan Makna Patung Jenderal Sudirman: Monumen Perjuangan yang Abadi!

BACA JUGA:Jejak Sejarah Patung Tugu Tani: Simbol Perjuangan dan Penghormatan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: