Peluncuran ETF Bitcoin Pertama di Thailand, Bagaimana Dengan Indonesia?

Peluncuran ETF Bitcoin Pertama di Thailand, Bagaimana Dengan Indonesia?

Peluncuran ETF Bitcoin Pertama di Thailand, Bagaimana Dengan Indonesia?--

PAGARALAMPOS.COM - Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (Thai SEC) baru-baru ini menyetujui peluncuran dana yang diperdagangkan di Bursa (ETF) Bitcoin pertama di negara itu.

Keputusan ini menandai tonggak penting bagi industri cryptocurrency dan investasi Thailand, sekaligus membuka peluang baru bagi investor untuk menambahkan aset digital ke dalam portofolionya.

Langkah ini mencerminkan tren global yang semakin menerima investasi dalam bentuk mata uang kripto.

Persetujuan ETF Bitcoin ini menunjukkan kesediaan Thailand untuk beradaptasi terhadap perubahan cepat dalam teknologi keuangan dan memantapkan posisinya sebagai pemain utama di pasar kripto Asia Tenggara.

BACA JUGA:Bitcoin Bergolak Menuju Pengumuman NFP: Potensi Koreksi Harga dan Implikasinya

Peningkatan peluang investasi di Thailand Perjanjian ini memberikan peluang baru bagi investor Thailand untuk mengakses dan berinvestasi dalam aset digital dengan cara yang lebih aman.

ETF Bitcoin ini memungkinkan investor berinvestasi di Bitcoin tanpa harus membeli dan menahan Bitcoin secara langsung, yang bisa  berisiko dan rumit.

“Thailand telah memimpin dalam menyetujui ETF Bitcoin, dan kami berharap negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia, akan mengikuti jejaknya,” kata seorang analis pasar cryptocurrency terkemuka.

Ia menambahkan bahwa kerja sama regional di bidang regulasi dan inovasi dapat memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat teknologi blockchain dan aset digital terkemuka.

BACA JUGA:Dogecoin Diprediksi Melampaui Bitcoin, Analis Optimis

Kemungkinan kolaborasi regional Persetujuan ETF Bitcoin di Thailand tidak hanya akan berdampak pada pasar domestik tetapi juga membuka peluang  kolaborasi regional.

Asia Tenggara telah menunjukkan minat yang besar terhadap teknologi blockchain dan mata uang kripto dalam beberapa tahun terakhir.

Negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina mulai menerapkan peraturan untuk mendukung inovasi di bidang ini.

“Kolaborasi regional dapat memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai hub penting bagi teknologi blockchain dan aset digital,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: