Ashley Cole Sebut Cristiano Ronaldo Sebagai Lawan Paling Tangguh Sepanjang Karier

Ashley Cole Sebut Cristiano Ronaldo Sebagai Lawan Paling Tangguh Sepanjang Karier

Ashley Cole Sebut Cristiano Ronaldo Sebagai Lawan Paling Tangguh Sepanjang Karier--

PAGARALAMPOS.COM - Legenda sepak bola Inggris, Ashley Cole, mengakui Cristiano Ronaldo sebagai lawan paling tangguh yang pernah ia hadapi selama kariernya di lapangan hijau.

Cole, yang pernah membela Arsenal dan Chelsea, mengungkapkan perjuangannya berhadapan dengan megabintang Portugal ini dalam serangkaian pertandingan di Liga Premier.

Cole, yang memulai karier profesionalnya di Arsenal pada tahun 1999, menjelaskan bagaimana Ronaldo, saat itu bermain untuk Manchester United, telah menantangnya secara konstan dengan kecepatan, keterampilan, dan insting golnya yang mematikan.

"Selama bertahun-tahun, Cristiano Ronaldo dan saya bertarung sengit dan kami saling menghormati satu sama lain," kata Cole seperti yang dilaporkan oleh Goal.

BACA JUGA:Seleksi PPDB SMPN 1 Pagaralam Diulang, Kontroversi Jalur Zonasi dan Prestasi, Cek Lengkapnya Disini!

Mengenai awal kariernya, Cole tetap setia membela Arsenal hingga tahun 2006 sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan rival London, Chelsea.

Di Stamford Bridge, Cole melanjutkan performa impresifnya hingga tahun 2014.

Selain itu, pemain berusia 43 tahun ini juga memiliki pengalaman bermain di klub-klub lain seperti AS Roma, LA Galaxy, dan akhirnya menutup karier di Derby County pada tahun 2019.

Pertarungan antara Cole dan Ronaldo dalam beberapa musim Liga Premier memang selalu menjadi sorotan.

BACA JUGA:Fix Naik? UMP 2024 di 14 Provinsi Ketok Palu. Ini Daftar Nama Provinsinya

Ronaldo, yang datang ke Premier League sebagai pemain yang relatif tidak dikenal, dengan cepat menunjukkan potensinya dan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia.

"Ia datang ke Premier League sebagai pemain yang tidak dikenal, namun ia segera memahami apa yang diperlukan untuk menjadi pemain top. Ia mau belajar dan beradaptasi, ingin menjadi pemain terbaik dunia dan menjadi mesin," tambah Cole.

Namun, bagi Cole, pertemuan dengan Ronaldo juga meninggalkan kesan pahit.

Pada musim pertama Ronaldo di Premier League, khususnya pada musim 2003/2004, Cole mengungkapkan kesulitannya dalam menjaga pergerakan cepat dan gerakan licin Ronaldo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: