Uniknya Tradisi Bakar Batu Dari Suku Dani Papua, Begini Sejarah Dan Proses Lengkapnya!

Uniknya Tradisi Bakar Batu Dari Suku Dani Papua, Begini Sejarah Dan Proses Lengkapnya!

Uniknya Tradisi Bakar Batu Dari Suku Dani Papua, Begini Sejarah Dan Proses Lengkapnya! -Kolase-

BACA JUGA:Inilah 4 Cara, Membaca Watak Seseorang dari Sudut Mata dan Bibir, Menurut dr. Aisah Dahlan, Mari di Cek

BACA JUGA:Banyak yang Bilang Benua Atlantis Itu di Indonesia, Benar Apa Benar?

2. Tahapan Membakar Babi

Tahap yang kedua ialah membakar babi. Sebelum dibakar, babi akan dibelah dan dikeluarkan isi perutnya serta bagian-bagian lain yang tidak dimakan.

Setelahnya, babi diletakkan di atas alang-alang yang telah dipersiapkan dan ditutup menggunakan dedaunan dan batu panas. Pada lapisan atas, diletakkan rerumputan tebal serta ubi jalar.

Sayur-sayuran diletakkan di atasnya, seperti daun hipere, iprika, daun singkong, labu parang, daun pepaya, dan lain sebagainya. Masakan tersebut juga ditambah potongan buah-buahan.

BACA JUGA:Eksplorasi Keindahan Pulau Bangka Belitung, 7 Spot dengan Panorama yang Mengagumkan

BACA JUGA:Mengulik 5 Upacara dan Tradisi Adat Maluku yang Unik dan Tetap Terjaga Kelestariannya

Waktu yang dibutuhkan dalam proses pembakaran hingga marang sekitar 60 sampai 90 menit. Rumput akan dibuka dan makanan akan dikeluarkan satu per satu, lalu dihamparkan di atas rerumputan.

Sejarah Tradisi Bakar Batu

Selain unik, Tradisi Bakar Batu ternyata telah ada sejak ratusan tahun lalu. Melansir dari buku 70 Tradisi Unik Suku Bangsa di Indonesia tulisan Fitri Haryani Nasution, sejarah dari ritual ini bermula ketika ada pasangan suami istri yang bingung mengolah hasil kebun mereka. Sebab, panci yang digunakan untuk memasak tidak ada.

Akhirnya, mereka mendapat ide untuk memasak menggunakan batu. Setelah itu, ternyata hasil masakan di batu terasa lebih lezat, akhirnya mereka memutuskan untuk memasak daging, umbi-umbian dan beragam jenis masakan di batu.

BACA JUGA:Jarang Diketahui! Inilah Hal Menarik di Gunung Masurai yang Harus Kamu Tau!

BACA JUGA:Pernah Jadi Tempat Pemujaan! Inilah Misteri Tersembunyi yang Ada di Gunung Padang!

Sebutan untuk Tradisi Bakar Batu juga beragam, di Wamen ritual ini dikenal dengan kit oba isago, sedangkan di Paniai disebut dengan mogo apil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: