Ada Apa Ya, Militer AS Bersiap Angkut Reaktor Nuklir Ke Luar Angkasa

Ada Apa Ya, Militer AS Bersiap Angkut Reaktor Nuklir Ke Luar Angkasa

Foto : Ilustrasi akuisis reaktor nuklir.-Ada Apa Ya, Militer AS Bersiap Angkut Reaktor Nuklir Ke Luar Angkasa-Indomiliter.com

PAGARALAMPOS.COM - Beragam konflik yang terjadi di Bumi rupanya tak membuat kendor Amerika Serikat dalam menguasai jagad kekuatan di luar bumi.

Punya wadah angkatan Luar Angkasa (US Space Force), kini tengah dimulai desain pesawat luar angkasa bertenaga nuklir sebagai bagian dari proyek Joint Emergent Technology Supplying On-Orbit Nuclear (JETSON).

Dan untuk pertama kalinya sejak tahun 1965, militer AS sedang bersiap meluncurkan reaktor nuklir ke luar angkasa.

Dalam eksplorasi luar angkasa, penggunaan tenaga fisi untuk reaktor nuklir sangat masuk akal. Mesin propulsi termal nuklir – Nuclear thermal propulsion (NTP) seperti yang dikembangkan Lockheed Martin untuk program DRACO (Demonstration Rocket for Agile Cislunar Operations) DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) menawarkan efisiensi lebih besar.

BACA JUGA:Main Battle Tank Rusia Punya Volnorez, Sistem Jammer Anti Drone Kamikaze FPV

Jug waktu tempuh lebih singkat, dan kemampuan membawa muatan lebih besar untuk misi di area antara Bumi dan Bulan, yang dikenal sebagai operasi cislunar.


Foto : Ilustrasi akuisis reaktor nuklir.-Ada Apa Ya, Militer AS Bersiap Angkut Reaktor Nuklir Ke Luar Angkasa-Indomiliter.com

Fisi nuklir adalah proses fisika di mana inti atom suatu unsur nuklir terpecah menjadi dua atau lebih inti atom yang lebih kecil, bersama dengan emisi energi dalam bentuk sinar gamma dan neutron.

Proses ini dapat melepaskan jumlah energi yang sangat besar dan memiliki berbagai aplikasi, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan senjata nuklir.

Namun, kekuatan fisi tidak terbatas hanya pada membuat pesawat luar angkasa bisa melaju. Penerapannya lebih luas.

BACA JUGA:Hadiri Deklarasi Kampanye Pemilu Damai di KPU, Begini Arahan Kapolri

Dan itulah sebabnya militer AS menginvestasikan US$33,7 juta di Lockheed Martin, bersama dengan Space Nuclear Power Corp (SpaceNukes) dan BWX Technologies, Inc.

Dalam sebuah langkah terobosan, demonstran teknologi akan menggunakan fisi nuklir sebagai bahan bakar mesin Stirling. Mesin ini diharapkan dapat menghasilkan listrik yang signifikan, berkisar antara 6 hingga 20 kilowatts electric (kWe).

Lockheed Martin menegaskan bahwa pendekatan ini menghasilkan daya empat kali lipat dibandingkan panel surya tradisional, semuanya tanpa bergantung pada sinar matahari yang konstan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: